Breaking News:

Lebaran 2022

Mana yang Lebih Utama, Bayar Utang Puasa Ramadan atau Puasa Syawal Lebih Dulu? Ini Penjelasannya

Simak penjelasan mengenai mana yang lebih utama untuk didahulukan, bayar utang puasa Ramadan atau puasa Syawal?

Editor: Vega Dhini
Handover/ Tribun Timur
Ilustras - Puasa Syawal. 

TRIBUNBANTEN.COM - Mana yang lebih utama untuk didahulukan? Bayar utang puasa atau puasa Syawal terlebih dahulu?

Simak penjelasan mengenai mana yang lebih utama untuk didahulukan, bayar utang puasa Ramadan atau puasa Syawal?

Setelah berpuasa wajib di bulan Ramadan, umat muslim disunnahkan untuk puasa enam hari di bulan Syawal.

Ilustrasi - Puasa.
Ilustrasi - Puasa. (www.freepik.com)

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Syawal & Keutamaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Baca juga: Puasa Syawal Boleh Digabung dengan Puasa Qadha dan Senin Kamis? Ini Penjelasannya

Pahala yang akan didapatkan dari puasa Syawal adalah setara dengan puasa selama setahun.

Hal tersebut sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW yang dikutip dari sumsel.kemenag.go.id:

“Barang siapa ber puasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan ( puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia ber puasa selama satu tahun.” (HR Muslim).

Lalu mana yang lebih utama didahulukan Puasa Syawal atau membayar utang puasa Ramadhan?

Mengutip dari bali.kemenag.go.id, berikut penjelasannya:

Adapun hukum mengerjakan puasa syawal bersamaan dengan membayar utang Puasa Ramadhan adalah boleh, jika ada udzur (sakit atau haid).

Menurut para ulama: "Jika seseorang tidak ber puasa di bulan Ramadhan karena ada udzur, misalnya karena sakit atau karena haid, maka boleh langsung ber puasa enam hari di bulan Syawal".

Dalam kitab Hasyiatul Jamal 'ala Syarh Al-Minhaj: "Jika seseorang sengaja tidak ber puasa di bulan Ramadhan, padahal tidak ada udzur, maka haram baginya ber puasa enam hari di bulan Syawal sebelum mengganti puasa Ramadhan, Hal ini karena Dia wajib mengganti puasa Ramadhan".

Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Puasa Senin-Kamis

Menurut para ulama, menggabungkan niat puasa Syawal dengan niat puasa hari Senin atau hari Kamis hukumnya adalah boleh dan sah.

Masih dari bali.kemenag.go.id, hal tersebut disebabkan karena puasa Syawal dan puasa hari Senin atau hari Kamis memiliki kesamaan dalam jenis dan bentuk ibadahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved