Breaking News:

Waspada, Ada Temuan 24 Kasus Baru Gejala Hepatitis di Jakarta, Wagub Minta Warga Hindari Tempat Ini

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melaporkan sebanyak 24 kasus baru gejala hepatitis ditemukan di Ibu Kota.

Tribun Bali
Ilustrasi hepatitis akut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, kasus hepatitis akut misterius yang ada di ibu kota ternyata tak hanya menyerang anak-anak 

TRIBUNBANTEN.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria melaporkan sebanyak 24 kasus baru gejala hepatitis ditemukan di Ibu Kota.

Namun 24 kasus tersebut belum masuk dalam kategori hepatitis akut misterius yang kini tengah merebak di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Di luar itu, memang ada lagi 24 kasus kategori hepatitis yang umum, biasa gejala.'

'Namun, masih dalam bentuk gejala hepatitis, belum diketegorikan hepatitis akut," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022) malam.

Ahamd Riza mengimbau seluruh warga DKI Jakarta untuk lebih berhati-hati terhadap penyebaran virus Hepatitis.

Baca juga: Hepatitis Picu Kekhawatiran, PTM di Kabupaten Serang Tetap Berlangsung, Dindikbud: Belum Ada Info

Ia juga meminta warga, khusunya anak-anak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kami juga butuh dukungan media mainstream dan media online lainnya atau medsos untuk membantu agar masyarakat Jakarta, khususnya anak-anak untuk memastikan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," kata Ahmad Riza.

"Dan selalu melaksanakan prokes secara patuh, disiplin serta bertanggung jawab dan hindari tempat-tempat umum, seperti kolam renang, arena bermain, tempat bermain, dan tempat makan bersamaan itu agar dihindari," lanjutnya.

Tiga Anak Hepatitis Akut Misterius Meninggal Dunia

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengumumkan terjadinya kenaikan temuan kasus hepatitis akut misterius di ibu kota dari 3 menjadi 21 kasus dalam dua pekan terakhir.

Sebanyak 14 dari 21 penderita hepatitis misterius tersebut berusia di bawah 16 tahun alias anak di bawah umur.

"Dari 21 kasus, 14 orang (termasuk 3 yang meninggal) berusia kurang dari 16 tahun," ujarnya melalui layanan pesan singkat seperti dikutip TribunJakarta.com, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: PTM 100 % , Pihak Sekolah Menunggu Arahan Dindikbud dan Dinkes Kabupaten Serang soal Hepatitis Akut

Adapun tujuh kasus lainnya berusia di atas 16 tahun dan tidak masuk kriteria kewaspadaan hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya sebagaimana data WHO.

"14 orang yang berusia kurang dari 16 tahun, semua masih dalam proses penyelesaian pemeriksaan hepatitis (belum semua lengkap jenis pemeriksaan Hepatitis A-E) sehingga semua kasus masih berstatus 'pending clasification'," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved