Terjadi Perbedaan Pendapat saat Rapat, Kepala Sekolah Pukuli Guru SD Sampai Babak Belur

Seorang guru SD mendapat tindakan penganiayaan dari kepala sekolah dan sejumlah temannya karena perbedaan pendapat saat rapat

Tayang:
Editor: Anisa Nurhaliza
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi pengeroyokan 

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang guru SD mendapat tindakan penganiayaan dari kepala sekolah dan sejumlah temannya.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kupang AKBP Irwan Arianto saat dikonfirmasi pada Minggu (5/6/2022).

Kejadian itu terjadi pada Selasa (31/5/2022), Seorang guru SD mendapat pengeroyokan dari kepala sekolah serta enam pelaku lainnya, tak hanya itu, handphone milik korban pun dirampas oleh para pelaku pengeroyokan.

Sang korban bernama Anselmus Lake merupakan guru SD di Negeri Oelbeba, Desa Oelbeba, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT.

Diketahui, peristiwa itu berawal ketika korban dan kepala sekolah sedang melakukan rapat di ruang guru SD Negeri Oelbeba.

Dalam rapat tersebut membahas tentang evaluasi ujian sekolah dan perisapan penilaian akhir semester.

Baca juga: Pria di Senopati di Keroyok Sejumlah Sekuriti Gara-gara Dituding Beli Narkoba

Guru SD dikeroyok kepala sekolah
Guru SD dikeroyok kepala sekolah (YouTube Orang Pinggiran)

Namun, saat sesi usul dan saran dalam rapat tersebut, perbedaan pendapat pun terjadi antara kepala sekolah dengan guru.

Hal tersebut mengakibatkan kepala sekolah naik pitam dan emosi sehingga ia langsung menggebrak meja dan memukul sang guru.

Dia juga bangun dari tempat duduk lalu berjalan dengan cepat menghampiri korban yang sementara duduk berjarak sekitar empat meter darinya.

Kemudian, pelaku pengeroyokan bernama Aleksander menonjok korban lalu mengenai bahu kirinya.

Tak hanya itu, ia juga mengayunkan kursi kayu dan mengarahkannya ke badan sang guru.

Korban pun menangkisnya sehingga tangan kanan pada jari manisnya lecet dan bengkak.

Baca juga: 3 Orang Keroyok Imam Salat Berusia 69 Tahun di Pontang Gara-gara Ditegur Meluruskan Saf

Bersamaan itu juga Elionora Katarina Nitti juga ikut melakukan penganiayaan terhadap korban, dengan cara melempar korban menggunakan buku mengenai punggung belakang dan memukul punggung korban sembari berteriak mengeluarkan bahasa caci-maki.

Pelaku lain Ernawati Manu juga ikut melakukan pukulan menggunakan kayu sebesar gengggaman tangan orang dewasa mengenai kepala bagian kanan korban.

Melihat itu beberapa saksi lain melihat dan melerai mereka dan keluar ruangan, saat itu korban masih terus dikejar oleh para pelaku hingga dilapangan sekolah

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved