Stok Obat Mulai Menipis, Kasus PMK Hewan Ternak di Kabupaten Serang Meluas

Kasus penyakit mata dan kuku (PMK) hewan ternak di Kabupaten Serang terus mengalami peningkatan.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Peternak saat memeriksa kondisi hewan ternak 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kasus penyakit mata dan kuku (PMK) hewan ternak di Kabupaten Serang terus mengalami peningkatan.

Tercatat, saat ini jumlah hewan ternak yang dinyatakan positif PMK sebanyak 84 ekor dan yang menunjukkan gejala PMK sebanyak 50 ekor lebih.

Sebaran kasus PMK yang kian meluas, stok obat penanganan wabah kian menipis.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana mengatkan cadangan obat untuk penanganan PMK saat ini sangat menipis, dan hanya bisa melayani beberapa ekor ternak saja.

Baca juga: Hewan Terjangkit PMK Sah untuk Kurban, Ini Syarat dan Ketentuan dari MUI

"Untuk stok obat di kita saat ini diperkirakan hanya cukup untuk 20 ekor lagi. Kita butuh tambahan obat-obatan saat ini," katanya saat ditemui di ruang kerjanya,Distan Kabupaten Serang, Selasa (14/6/2022).

Zaldi mengatakan, jika stok obat tidak mengalami penambahan, dirinya khawatir penyakit ini akan berubah menajadi wabah.

Zaldi mengaku, saat ini satu ekor hewan yang memilki gejala klinis PMK perlu pengobatan 2-3 kali balikan.

Oleh karena itu, tim URC dinas langsung menindaklanjuti dengan surveilance ke lapangan dan tindakan pengobatan.

Kondisi ini, dia melanjutkan, sudah disampaikan kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah agar dapat kembali memsuplai kebutuhan obatan.

"Kita sudah sampaikan ke ibu bupati, Alhamdulillah beliau akan membantu untuk penambahan stok obat," katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran, pihaknya membatasi lalu lintas ternak.

Meskipun, tindakan tersebut memiliki dampak pada mengurangnya suplay ternak menjelang Idul Adha.

Baca juga: Lawan Nepal Dini Hari Nanti, Tiga Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala Asia 2023

Sebelumnya diberitakan, ada 84 ekor hewan terjangkit PMK diantarnya yakni berada di Kecamatan baros, Desa Sidamukti sebanyak 6 ekor kerbau terinfeksi, Pontang dan Singarajan 3 ekor kerbau.

Sedangkan di Kecamatan Waringinkurung, ada 30 ekor sapi menunjukan gejala PMK dan Kecamatan Kragilan, Desa Cisait, sekitar 20 ekor kerbau yang juga menunjukan gejala.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved