Viral Video Tol Becakayu Amblas, Ini Fakta Sebenarnya

Video itu disebarkan dengan narasi 'Ruas Tol Becakayu rusak/turun, sarannya hindari dulu arah Kalimalang'.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Tol Becakayu 

TRIBUNBANTEN.COM - Beredar video Tol Becakayu Kalimalang, Bekasi amblas.

Video itu disebarkan dengan narasi 'Ruas Tol Becakayu rusak/turun, sarannya hindari dulu arah Kalimalang'.

Tampak, beton melintang di atas jembatan.

Box girder tersebut membuat kendaraan roda empat tidak bisa melintas di kedua arah karena ketinggianya hanya 1,7 meter.

"Udah turun ya, ini dalam proses nih. Mobil Innova yang terbaru nggak bisa lewat, kalau Avanza masih bisa," ujar perekam dalam video tersebut.

Baca juga: Di KM 38 Tol JORR Jatiwarna arah Bekasi, Terjadi Kecelakaan Beruntun, 1 Orang Terluka

Dalam video tersebut terlihat sejumlah pekerja berada di lokasi tersebut.

Kepala para pekerja hampir mengenai box girder.

Sejumlah motor masih bisa melintas di lokasi.

Sementara tidak terlihat ada pengamanan polisi maupun Dishub di lokasi tersebut.

Faktanya, itu bukan beton jalan Tol Becakayu, melainkan box girder jalur kereta cepat di atas Jembatan Antilope, Curug, Jatiasih, Kota Bekasi.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR Budi Harimawan mengatakan video yang menyebut Tol Becakayu ambruk itu hoaks.

Ia menyebutkan konstruksi yang dimaksud dalam video pendek itu adalah proyek kereta cepat milik PT KCIC di sekitar Tol Jakarta-Cikampek KM 5-6.

“Proyek KCIC, bukan Proyek Tol/PUPR secara langsung,” kata Budi.

Budi menjelaskan, Pemerintah Kota Bekasi dan kontraktor sebelumnya telah sepakat untuk menutup overpass dan menggantinya ke lokasi baru yang sedang dibangun.

“Selama proses pembangunan overpass yang baru, warga tetap minta bisa difungsikan,” katanya.

Baca juga: Diduga Mengantuk, Mobil Wing Box Tabrak Beton Pembatas Jalan di Tol Tangerang-Merak

Adapun Budi mengatakan lokasi diambilnya video itu berada di Jembatan Antilope, Curug, Jatiasih, Bekasi.

Adapun konstruksi di atas jembatan itu adalah box girder Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

“Jadi lalu lintas di bawah tetap berjalan dengan pembatasan ketinggian 1,7 meter dan hanya untuk roda dua,” kata Budi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved