Kasus PMK Merebak, Harga Sapi dan Kerbau Jadi Turun, Penjual Sebut Kambing Paling Diminati
Kasus PMK Merebak, Harga Sapi dan Kerbau Jadi Turun, Penjual Sebut Kambing Paling Diminati
Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang pada hewan ternak, berimbas pada harga jual hewan tersebut.
Menjelang hari raya Idul Adha, yang jatuh pada Sabtu (9/7/2022), akan mudah ditemukan penjual hewan kurban di sepanjang Jalan Raya Kota Serang.
Mereka mejajakan hewan ternaknya, mulai dari kambing, sapi dan kerbau.
Baca juga: Kasus PMK Meluas di Kabupaten Serang, Distan: Ini Berpengaruh Pada Suplai Hewan Kurban
Salah seorang penjual hewan ternak, Bambang mengatakan, saat ini penjualan hewan kurban yang paling banyak dicari adalah kambing.
Sedangkan untuk sapi dan kerbau hingga saat ini masih sepi peminta.
Hal ini karena masyarakat mengkhawtirkan, adanya kasus PMK yang paling sering menyerang kedua hewan tersebut.
"Banyaknya nyari kambing, kemungkinan karena kambing jarang terserang kasus PMK," katanya saat ditemui di lapaknya, Kota Serang, Banten, Sabtu (18/6/2022).
Hal ini juga, kata Bambang, sangat berpengaruh terhadap harga jualnya yang semakin tinggi, lantaran banyak pemintanya sedangkan pasokan hewan kurang.
Karena adanya batasan wilayah pengiriman, guna cegah menyebarnya kasus PMK masuk ke wilayah Serang.
Sedangkan untuk harga sapi dan kerbau, terpantau menurun per ekor mulai dari Rp 1-5 juta dari harga sebelumnya.
Dan saat ini harga sapi dan kerbau yang dijual Bambang hanya Rp 20 juta per ekor.
"Iya karena banyak pembeli pasokan kurang sekarang, malah harga kambing naik sekitar Rp 300 rebu per ekor, sapi sama kerbau turun harganya," katanya.
Ia pun menuturkan, hewan yang ia jual merupakan hewan lokal yang sudah ia ternak sendiri, di wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.
Baca juga: Puluhan Hewan Ternak di Pandeglang Terserang Wabah PMK, DPKP Beri Penjelasan
"Sekarang susah mau belanjanya juga, karena ada PMK ini jadi terbatas, sedangkan hewan lokal pasokannya enggak banyak," keluhnya.
Selain itu, ia mengatakan, hewan yang dijualnya dijamin aman.
Karena hampir setiap hari, petugas kesehatan hewan datang ke lapaknya, guna mengecek satu persatu hewan yang dijualnya.