Breaking News:

Puluhan Hewan Ternak di Pandeglang Terserang Wabah PMK, DPKP Beri Penjelasan

Puluhan Hewan Ternak di Kabupaten Pandeglang Terserang Wabah PMK, DPKP Beri Penjelasan

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
DPKP Pandeglang
Hewan ternak saat dilakukan pemeriksaan oleh Tim DPKP Kabupaten Pandeglang, Jumat (17/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK, saat ini sudah menyerang puluhan hewan ternak, di dua Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.

Saat ini, Tim medik dan paramedik peternakan dari DPKP terus memantau, menangani dan mengendalikan penyebaran PMK, agar tidak meluas ke daerah lain di Kabupaten Pandeglang.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Wahyu Widiayanti mengatakan, saat ini pihaknya terus memantau kondisi hewan yang terjangkit PMK.

Baca juga: Kasus PMK Meluas di Kabupaten Serang, Distan: Ini Berpengaruh Pada Suplai Hewan Kurban

"Yang 28 ekor saat ini yang terserang dan telah dilakukan isoman, cuman sekarang kondisinya sudah 60 persen ke arah sembuh," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Jumat (17/6/2022).

Ia menyebutkan, 28 hewan ternak yang terjangkit PMK terdiri dari 5 ekor kerbau dan 23 ekor sapi.

"Hewan ternak yang terkena PMK berada di tiga lokasi, di dua kecamatan di Pandeglang, saat ini kami telah melakukan pemberian vitamin, antibiotik dan biosecurity yang ketat untuk penyembuhan," ujarnya.

Saat ini DPKP Pandeglang melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, dan camat setempat untuk memperketat pengawasan pada hewan.

Baca juga: Pelaku Korupsi Beras Rumah Tangga di Pandeglang Ditangkap, 7 Tahun Buron

Selain itu, Tim DPKP Pandeglang juga melakukan pengawasan ketat, kepada setiap hewan yang datang dari luar.

Wahyu juga menyampaikan, hewan tersebut juga sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan pada Selasa (14/6/2022), dan kondisinya berangsur membaik.

"Sebagian besar ternak tersebut sudah kembali nafsu makan, lepuh atau lesu seperti sariawan tidak ada lagi, air liur normal, hanya luka di dekat kuku yang masih ada, dan sekarang masih dalam pengobatan," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved