Watertoren Jadi Identitas Baru Rangkasbitung Lebak, Begini Masterplannya, Bak Wisata di Eropa

Watertoren atau Menara Air di Desa Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten akan direvitalisasi.

Tayang:
Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
nurandi
Masterplan Watertoren sebagai identitas baru kota Rangkasbitung, Selasa (21/6/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Watertoren atau Menara Air di Desa Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten akan direvitalisasi.

Watertoren Rangkasbitung itu sudah berdiri sejak tahun 1931.

Watertoren Rangkasbitung setinggi 9 meter di Jalan Hardiwinangun atau samping Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak itu masih berdiri tegak.

Dahulu, Watertoren Rangkasbitung digunakan sebagai bak penampungan untuk menyalurkan air bersih bagi warga Rangkasbitung

"Jadi Watertoren artinya bak penampung yang digunakan sebagai tempat menyalurkan air bersih dan air minum bagi warga Rangkasbitung pada zamannya," kata Kepala Museum Multatuli Ubaidillah Mochtar, saat ditemui TribunBanten.com di kantornya, Selasa (21/6/2022).

Baca juga: Genjot Kunjungan Wisata ke Banten, Pramuwisata dan Pokdarwis Belajar Bahasa Inggris

Dirinya menyampaikan sumber air dari Watertoren diambil dari Kabupaten Pandeglang tepatnya di kaki Gunungkarang.

"Jadi airnya di ambil Gunungkarang, kemudian disalurkan menggunakan pipa yang diarahkan ke Rangkasbitung," ujarnya.

Watertoren yang sama juga ada di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak yang digunakan sebagai bak pengontrol untuk penyaluran air bersih ke Kabupaten Lebak tepatnya di Kecamatan Rangkasbitung.

Sementara Usep Suparno Kepala Bidang Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak mengatakan dalam area Watertoren akan dibuatkan semacam taman, dan Watertoren tersebut kemudian akan dirapihkan.

"Jadi revitalisasi tersebut merupakan bagian dari City Branding untuk Kota Rangaksbitung, karena di Rangkasbitung bukan hanya ada Museum Multatuli saja tetapi ada juga Watertoren," katanya katanya saat berada di kantornya.

Dirinya menyebutkan dalam revitalisasi Watertoren Disbudpar Lebak menganggarkan biaya yang berasal dari APBD Kabupaten Lebak sebesar Rp 900 juta.

Baca juga: Bukit Kedurung Jadi Potensi Wisata Baru, Lurah Pabean: Lihat Pemandangan Kota Cilegon di Atas Bukit!

"Untuk pembangunan akan dimulai tahun ini, namun kita masih belum tentukan waktunya karena masih menunggu arahan dari pimpinan," ujarnya.

Usep mengharapkan revitalisasi adalah bagian dari menjaga dan merawat cagar budaya, dalam mengembangkan pariwisata.

"Tentunya masih banyak cagar budaya lainya seperti Pabrik Minyak dan Ex Rumah Multatuli yang harus diperhatikan," ucapnya.

Revitalisasi Watertoren dilakukan untuk mengembangkan wisata kota di Rangkasbitung. Selain Watertoren banyak bangunan Cagar budaya lainya yang ada di Rangkasbitung.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved