Kabupaten Serang Hasilkan 1.000 Ton Sampah Per Hari, DLH: Tidak Sebanding dengan Armada yang Ada
Kabupaten Serang Hasilkan 1.000 Ton Sampah Per Hari, DLH: Tidak Sebanding dengan Armada yang Ada
Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang mencatat, sepanjang tahun 2022, volume sampah mencapai 1.000 ton per hari.
Jika ditotal dalam kurun waktu satu tahun, bisa menghasilkan 12 ribu ton sampah.
Kasi Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Serang, Cahyo Harsanto mengatakan, sampah tersebut dihasilkan dari jumlah penduduk di kabupaten Serang sebanyak 1,6 juta jiwa, dengan rata-rata jenis sampah yang dihasilkan dari sampah rumah tangga.
Baca juga: Volume Sampah di Kota Serang Meningkat, Wali Kota Syafrudin Minta Lurah dan Camat Kerja Serius
"Kita patokan volume sampah itu dihitung dari jumlah penduduk, satu orang bisa menghasilkan sampah sekitar 2,25 liter sampah per hari, jadi kalau dikalikan jumlah penduduk sekitar 1.000 ton per hari," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (24/6/2022).
Cahyo mengatakan, dari jumlah sampah yang dihasilkan itu, tidak sebanding dengan ketersediaan armada pengangkut sampah yang ada di DLH.
Jelasnya, DLH kabupaten Serang hanya memiliki 50 unit, dengan kapasitas per hari hanya bisa mengangkut 300 meter kubik ke TPSA.
"Itu belum maksimal karena hanya bisa mengangkut 300 meter kubik sampah per harinya," katanya.
Cahyo menjelaskan, dalam pengelolaan sampah ada lima aspek yang berperan, pertama kelembagaan, aspek hukum, pembiayaan, operasional, dan asper peran serta masyarakat.
Menurutnya, dari kesemuanya mesti berkesinambungan.
Selain itu, DLH dibantu oleh sembilan kecamatan, dari segi aspek hukum, aspek pembiayaan, saat ini dibiayai APBD yang terbatas, karena PAD Pemkab Serang hanya sebagian yang dialokasikan ke persampahan.
"Aspek operasional kita terbatas dengan jumlah kendaraan yang tidak seimbang, dan jumlah sampah yang dihasilkan, jadi selama ini kita hanya bisa melayani yang prioritas saja," katanya.
Kemudian, lanjut Cahyo, peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat penting digerakkan melalui swadaya masyarakat, pembuatan bank sampah di setiap desa, serta memilah sampah organik dan non organik yang bisa di daur ulang.
Baca juga: Warga Kaget saat Mendengar Suara Wanita Mendesah di Tong Sampah, Ada yang Sedang Begituan?
Menurutnya, ketika sampah sudah dipilih untuk bisa di daur ulang, hal ini nantinya akan ada pengurangan volume sampah.
Seperti, botol plastik, logam, kertas yang bisa didaur ulang bisa tersisikan, sedangkan untuk organik dapat dibuat kompos atau budidaya magot.
"Kalau ini sudah berjalan nantinya sampah yang dibawa ke TPSA itu hanya residu, sisa yang dipilah itu bisa mengurangi volume sampah," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kasi-bidang-pengelolaan-sampah-dlh-kabupaten-serang-cahyo-harsanto-phf.jpg)