Jateng Dapat 75 Ribu Vaksin PMK, Gubernur Ganjar Instruksikan agar Segera Dihabiskan dalam Sepekan

Jateng Dapat 75 Ribu vaksin PMK, Gubernur Ganjar Instruksikan agar Segera Dihabiskan dalam Sepekan

Editor: Ahmad Haris
Dok. Pemprov Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa warganya. Ia mengintruksikan jajaranya untuk menghabiskan 75 ribu vaksin PMK untuk hewan ternak di Jateng. 

TRIBUNBANTEN.COM - Jawa Tengah (Jateng) mendapatkan alokasi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak 75 ribu vaksin.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menginstruksikan jajarannya, agar seluruh vaksin itu dihabiskan dalam waktu sepekan. 

Vaksin tersebut akan diberikan kepada semua hewan yang berisiko terkena PMK.

Baca juga: Idul Adha 2022 Kurang Berapa Hari Lagi? Ini Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban saat PMK Mewabah

Untuk itu Ganjar meminta kepada penyuluh, peternak, dan masyarakat untuk mendata hewan-hewan yang akan divaksin.

"Vaksin sekitar 1.500 dan saya terus kontak ke Sekjen Kementan, lalu dikasih 75ribu vaksin. Kita mintakan pekan ini disuntikkan semuanya, harus selesai," kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Senin (27/6/2022).

"Semua sapi, semua hewan, karena kita mau bereskan penyakitnya secara keseluruhan."

"Maka kita minta penyuluhnya, peternaknya, masyarakat, dan kawan-kawan di desa untuk semua bisa mendata. Sekali lagi, didata," lanjut Ganjar.

Jumlah 75ribu yang saat ini diterima Jawa Tengah diakui oleh Ganjar Pranowo masih kurang.

Menurutnya, untuk vaksin kurang lebih butuh 2 jutaan.

Meski demikian, ia ingin yang sudah ada dimaksimalkan terlebih dahulu.

"Kurang banyak. Kalau kita kurang lebih 2 jutaan, kalau untuk vaksin lho ya."

"Tapi yang sakit diobati dan trennya yang diobati sembuh kok. Hanya butuh edukasi yang lebih," katanya.

Mengenai aktivitas perdagangan hewan ternak di Jawa Tengah, Ganjar mengakui pengawasannya tidak cukup mudah.

Pengendalian antardaerah dan antarkabupaten atau keluar-masuknya hewan ternak cukup sulit.

"Maka saya minta membuat pos-pos ya untuk bisa mengawal mereka semuanya."

"Sapi-sapi atau ternak-ternak yang bisa terkena PMK minimal dicatat," ungkap Ganjar.

Baca juga: Tips Membeli Hewan Kurban Ala Masyarakat Cilegon Saat Maraknya Wabah PMK

Ia menegaskan kepada para pedagang hewan ternak untuk tidak main kucing-kucingan.

Tiap hewan ternak yang dijual atau dibeli harus dilaporkan, agar pengawasan bisa dilakukan bersama sekaligus antisipasi sejak dini mengenai PMK.

"Kita juga minta tolong betul kepada para pedagang sapi. Tolong dong semua dilaporkan. Beli di mana, dijual di mana, karena itu akan sangat membantu. Kalau kucing-kucingan akan sulit," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved