Cara Melunasi Hutang Kepada Orang Sudah Meninggal Menurut Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad (UAS), memberikan solusi kepada umat Islam yang handak membayar utang kepada orang yang sudah meninggal.
Penulis: Abdul Rosid | Editor: Abdul Rosid
TRIBUNBANTEN.COM - Hutang merupakan perkara yang harus dibayar ketika seseorang masih hidup, karena jika hutang tersebut tidak terbayarkan hingga meninggal, maka akan ditagih hutang tersebut di akhirat.
Lalu, bagaimana jika seseorang yang memberikan hutang tersebut telah meninggal dunia? Apakah hutang harus tetap dibayarkan dan bagaimana cara membayarkannya?
Ustadz Abdul Somad (UAS), memberikan solusi kepada umat Islam yang handak membayar utang kepada orang yang sudah meninggal.
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad mengataka bahwa setiap orang wajib membayar hutang, meskipun orang yang dituju sudah tiada.
Baca juga: Hukum Berkurban dari Uang Hasil Berutang, Kata UAS: Boleh Saja Asal Ada Kepastian, Ini Alasannya
Apabila, kata Ustadz Abdul Somad, dalam semasa hidupnya kita tidak bisa bertemu dengan orang tersebut baik pribadinya atau ahli warisnya.
Maka, bayaran hutang tersebut bisa dilimpahkan ke lembaga pengelola uang umat.
"Contoh gini, kalau kau punya pengalaman sering makan bakwan 5 dibayar 3 waktu SMP. Dan suatu ketika merasa bersalah, Maka, kita punya niat untuk membayar segerakan lah dengan satu catatan," kata Ustadz Abdul Somad dikutip dari Kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, Selasa (29/6/2022).
"Lalu hitung bakwan itu dengan harga emas sekarang, karena jika dihitung dengan harga tempo dulu maka akan rugi," ujar Ustadz Abdul Somad
"Jika hendak dibayar namun orangnya tidak bisa ditemukan. Maka, solusinya bayarkanlah kepada lembaga pengelola dana umat," jelasnya.
Sedangkan kasus yang lainnya, dilanjutkan ustadz yang kerap dikenal UAS ini, apabila kita punya dosa tidak menepati janji bab perkara perasaan.
Baca juga: Kurban untuk Orang Sudah Meninggal Dunia, UAS: Pahalanya Sampai, Begini Penjelasannya
"Contoh, jika berjanji dulu ingin menikahi perempuan A, namun jadinya dengan perempuan B. Maka, berdoa lah kepada Allah SWT," kata UAS
"Ya Allah, aku punya khilaf dan salah kepada salah satu hambaMu, yang sampai saat ini buat ku tak tenang. Maka, bacakan lah Yasin, bacakan Alfatihah, selesai lah usaha kita. Karena kita tidak dituntut usaha diluar kemampuan kita," tegas UAS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/uas-1.jpg)