One Piece
Sejarah Perbudakan Ras Manusia Ikan di Manga One Piece
Manusia ikan dalam manga One Piece menjadi salah satu ras yang mendapatkan sikap diskriminatif dari kalangan manusia atas karena dianggap ras rendah
Penulis: Abdul Rosid | Editor: Abdul Rosid
TRIBUNBANTEN.COM - One Piece merupakan salah satu dari sedikit komik Jepang (manga) yang masih terus berlanjut hingga sekarang sejak pertama kali rilis di tahun 90-an.
Kepopulerannya yang sangat mendunia membuat komik satu ini selalu dinanti-nantikan kelanjutan kisahnya oleh para penggemar di seluruh belahan dunia.
Sebagai komik remaja, serial One Piece berisi petualangan bajak laut dengan atmosfer yang cerah dan menyenangkan.
Baca juga: Spoiler One Piece 1054 Reddit: Terbongkarnya Bentuk Senjata Kuno Pluton dan Teror Klan D
Tokoh Luffy sebagai karakter utama beserta kawan-kawan yang menjadi kru kapalnya juga digambarkan sebagai sosok yang sangat bersahabat, bahkan sama sekali tidak mencerminkan sifat bajak laut asli yang barbar dan penuh kekacauan.
Dalam alur cerita One Piece, selalu mengisahkan berbagai persoalan di setiap arc nya.
Baik sejarah dunia, penegakan hukum, hingga penindasan dan perbudakan manusia.
Romansa tentang gelapnya kehidupan ras manusia ikan adalah sebuah sejarah kelam di dunia One piece.
Bagaimana tidak, baik duyung maupun fishman (manusia ikan) sejak ratusan tahun lalu selalu mendapat sikap diskriminatif.
Keberadaan ras manusia ikan di dunia One Piece hanya sebagai ikan, mereka selalu menjadi objek hinaan dan target buruan untuk pasar gelap.
Baca juga: Sejarah dan Kemampuan Senjata Kuno Pluton yang Dibicarakan Kozuki Sukiyaki: One Piece 1054
Semua itu tidak lain karena ulah kaum naga lagit atau sering dikenal Tenryuubito.
Tenryuubito menjadi pelopor perbudakan dan jual beli manusia yang menjadikan ras fishman sebagai ras rendahan.
Setelah sekian lama sistem yang kelam ini berlangsung, mulailah muncul perlawanan.
Perlawanan tersebut diawali dari pergerakan seorang pria menentang Tenryuubito, tanpa memikirkan apa yang terjadi pada dirinya.
Seorang pria dengan tangan kosong pergi menuju red line di ketinggian 10rb meter menerjang Marijois tanah tempat Tenryuubito tinggal.
Hingga pada suatu insiden yang menggemparkan world Goverment. Hal itu dikarenakan tak ada seorang pun yang berani menentang Tenyrubito sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/one-piece-1.jpg)