Breaking News:

Kerja Sama Kanwil DJP Banten dengan Lapas: Sel Khusus bagi Penanggung Pajak yang Enggan Lunasi Utang

Sebelum penyitaan, sudah diberitahukan surat paksa atas tagihan atau utang pajak yang belum dilunasi.

dokumentasi DJP Banten
Juru sita negara menyita secara serentak 20 aset penanggung pajak yang tidak melunasi utang pajaknya yang sudah jatuh tempo, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Juru sita Kanwil DJP Banten menyita 20 aset secara serentak mulai 15 Juli 2022.

Aset milik penanggung pajak itu disita karena tidak melunasi utang pajaknya yang sudah jatuh tempo.

Kepala Kanwil DJP Banten Yoyok Setyo Utomo mengatakan aset penanggung pajak yang disita sebagai jaminan untuk melunasi utang pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelum penyitaan, sudah diberitahukan surat paksa atas tagihan atau utang pajak yang belum dilunasi.

Baca juga: 47 Rekening Penunggak Pajak Senilai Rp 524 Miliar Diblokir Serentak Kanwil DJP Banten Hari ini

"Jika belum dilunasi melewati 2x24 jam sejak tanggal surat paksa diberitahukan, pejabat pajak menerbitkan surat perintah untuk melakukan penyitaan aset," katanya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (15/7/2022).

Menurut Yoyok, 20 aset yang disita itu tersebar di wilayah Serang, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Pandeglang.

Aset yang disita di antaranya berupa tanah kavling, tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, vila mewah, kendaraan berat, dan rekening bank dari para penanggung pajak.

Saldo piutang pajak yang disita senilai sekitar Rp 82 miliar. 

"Penyitaan adalah upaya untuk memberikan efek jera kepada para penanggung pajak," ucap Yoyok.

Selain itu, juga untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Tidak hanya menyita aset penunggak pajak.

Baca juga: Menunggak Pajak hingga Rp 1,9 Miliar, Rekening Bank Perusahaan ini Diblokir KPP Madya Tangerang

Kanwil DJP Banten juga sudah bekerja sama dengan kepala lapas di Banten agar menyediakan sel khusus bagi para penanggung pajak yang tidak mau melaksanakan kewajibannya dengan baik.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved