Suami Tak Bisa Bawa Motor, Istri Selingkuh dengan Pria Lain, Akhirnya Cekcok hingga Berujung Maut

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan bahwa kejadian suami bunuh istri di Cigudeg, Kabupaten Bogor diawali dengan cekcok.

Tayang:
Ilustrasi via Sripoku
Ilustrasi penganiayaan, KDRT, kekerasan terhadap perempuan 

TRIBUNBANTEN.COM - Nasib nahas menimpa seorang wanita muda berinisial IMS (24) di Cigudeg, Kabupaten Bogor.

IMS tewas dibunuh oleh suaminya sendiri, yakni A alias J (26) usai kepergok pulang larut malam diantar menggunakan motor oleh pria lain.

Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, korban dan pelaku sempat cekcok dan bertengkar hebat pada Minggu (17/7/2022).

Diakui pelaku, ia sudah beberapa kali memergoki istrinya selingkuh setelah tujuh tahun menikah namun belum dikaruniai anak.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, pelaku nekat membunuh korban karena merasa tak terima.

"Dari keterangan pelaku, dia melakukan tindak pidana tersebut dikarenakan pelaku merasa tidak terima dengan perkataan korban," katanya kepada wartawan, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: Istri Oknum Polisi di Sumut Curhat di Medsos Jadi Korban KDRT: Cukup Lama Saya Sabar!

Saat cekcok terjadi pada, pelaku meminta penjelasan kepada korban tentang siapa pria yang mengantar istrinya itu

Namun sang korban malah menjawab dengan nada menantang dan mengakui perselingkuhan yang dilakukannya.

Seperti perkataan sang istri menggunakan Bahasa Sunda kasar mengakui bahwa uang hasil kerja suaminya itu sebagai buruh harian lepas dipakai untuk foya-foya dan main dengan laki-laki lain yang dia anggap lebih baik dari sang suami.

Kemudian muncul kata-kata dari mulut sang istri, 'terserah aku, aku nyaman dengan pria itu ( selingkuhannya). Aku mau main tinggal dijemput, daripada kamu gak bisa bawa motor.'

Kemudian muncul juga pengakuan sang istri di depan suaminya itu bahwa dia pernah dicium oleh pria selingkuhannya.

"Karena emosional, akhirnya pelaku menampar korban sehingga akhirnya pingsan."

"Sempat waktu itu pelaku mengangkat tubuh korban kurang lebih 100 meter ke sebuah saung," kata AKP Siswo DC Tarigan.

Di saung tersebut, pelaku melihat korban masih bergerak.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis di Kaltim, Dinikahkan Ayah Tiri dengan Pensiunan, Tewas dengan Luka di Organ Vital

Karena memang si pelaku ini sudah emosi, akhirnya muncul niat menghilangkan nyawa korban.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved