Anies Baswedan Disemprot Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, 'Warna Logo Rumah Sehat Mirip Logo Parpol'

Perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi rumah sehat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mendapatkan kritikan.

Editor: Abdul Rosid
Tribun Jakarta
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengatakan, perubahan nama rumah sehat yang dilakukan Anies Baswedan sarat akan kepentingan politik terlebih Pilpres 2024. 

TRIBUNBANTEN.COM - Perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi rumah sehat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mendapatkan kritikan.

Kali ini kritikan rumah sehat datang Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria.

Menurutnya, perubahan nama rumah sehat yang dilakukan Anies Baswedan sarat akan kepentingan politik terlebih Pilpres 2024.

Baca juga: Presiden Jokowi Sebut Tahun 2045 Indonesia Berada Diposisi 4 Dunia Sebagai Negara Ini?

"Sebagai Ketua Komisi E saya melihatnya sah-sah saja kalau mau diubah, asal jangan berbau politik," ujar Iman Satria saat dihubungi, Jumat (5/8/2022).

Menurutnya, banyak pihak mengkaitkan kebijakan ini ke ranah politik karena adanya perubahan logo rumah sakit.

Kini, 31 RSUD yang diganti menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta memiliki logo dominan warna biru.

Warna ini pun disebut-sebut identik dengan partai politik (parpol) partai politik tertentu.

Sebagai informasi, sosok Anies Baswedan kini tengah masuk bursa capres 2022 Partai NasDem bersama Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa.

Selain itu, hubungan Anies Baswedan dan Partai Demokrat belakangan juga kian mesra.

Kedua partai ini pun punya warna dominan biru seperti logo pada rumah sehat untuk Jakarta yang baru diluncurkan Anies Baswedan.

"Banyak yang menduga begitu karena mendekati tahun politik, jadi mengarah ke politis," ujarnya.

"Terus warnanya juga kan jadi mepet, nyerempet-nyerempet (partai tertentu). Saya takutnya dibawa ke situ arahnya," sambungnya.

Untuk menepis seluruh tudingan tersebut, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan harus bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di 31 RSUD yang diubah namanya itu.

Baca juga: Keren, Ini Makna dan Filosofi Nama Rumah Sehat untuk Jakarta Era Anies Baswedan

Dengan demikian diharapkan kebijakan itu bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bukan gimmick semata.

"Saya hanya memberi catatan untuk meningkatkan service, tingkatkan pelayanan sehingga masyarakat melihat perubahan ini bermakna, bukan berbau politis," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved