Soal Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Kalau Ada Takdir Alhamdulillah, 'Kerja Aja yang Benar'
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbicara mengenai peluang dirinya didorong maju dalam pencalonan presiden di pilpres 2024 mendatang.
"Kalau saya pilih kiri, 2024 saya ikut Pilgub lagi."
"Atau pintu kedua, kepemimpinan nasional. Karena kan Pak Jokowi selesai dalam dua periode,” katanya.
Menurutnya, ia akan selalu mendapatkan pertanyaan terkait Pilpres 2024, karena publik bertanya siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan usai Jokowi.
Maju dalam kontelasi nasional menurutnya membutuhkan tiga modal besar, yakni elektabilitas dan popularitas, logistik, dan partai, yang dalam sistem demokrasi menjadi kendaraan untuk maju.
“Dua modal itu saya belum punya. Duit tidak ada, partai juga belum."
"Yang saya miliki sekarang elektabilitas dan kesukaan,” bebernya.
Baca juga: Bukan Anies Baswedan dan Prabowo, Ini Sosok yang akan Didukung Habib Rizieq di Pilpres 2024
Karena belum memiliki modal logistik dan berpartai, pria yang akrab disapa Kang Emil ini tengah meningkatkan kinerja.
Jika upaya ini direspons partai politik dengan meminangnya untuk maju, Ridwan Kamil memastikan pihaknya tidak akan menolak.
"Tapi politik tahu diri itu, saya harus tahu diri, anda itu siapa?"
"Diusung partai belum pasti, kalau enggak, saya tahu diri."
"Kalau tidak ada partai, saya akan melanjutkan menjadi gubernur."
"Tapi kalau ada partai butuh tokoh elektabilitas yang lumayan, saya dihitung, saya bismillah,” bebernya.
Dibanding menunggu dipinang, Ridwan Kamil akhirnya memutuskan dirinya akan masuk partai politik pada tahun depan.
“Sudah saya putuskan, tahun depan saya akan masuk parpol."
"Warnanya yang mana, taplak ini, warna baju satpam, hijab merah, saya belum tahu."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ridwan-kamil-gubernur-jawa-barat-adf-asrg-serg.jpg)