Breaking News:

Miris! Kekerasan Seksual Terhadap Anak Marak Terjadi di Lebak Banten

Kabupaten Lebak darurat kekerasan seksual, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lebak mencatat Sejak Januari hingga Agustus 2022 ini sudah ada 30 kasus.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
SHUTTERSHOCK
Ilustrasi: Kabupaten Lebak darurat kekerasan seksual, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lebak mencatat dari bulan Januari hingga Agustus 2022 ini sudah ada 30 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Lebak. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kabupaten Lebak Provinsi Banten darurat kekerasan seksual.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lebak mencatat, sejak bulan Januari hingga Agustus 2022 ini, sudah ada 30 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Lebak.

Mirisnya, kasus tersebut banyak menimpa anak perempuan di bawah umur.

Baca juga: Sepanjang Tahun 2022 Terjadi 80 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Cilegon

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Oman Rohmawan, Ketua LPA Lebak.

"Untuk saat ini cukup memprihatinkan, di bulan ini saja ada dua laporan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Jumat (12/8/2022).

Oman mengatakan, ada dua laporan yang diterima LPA Lebak di bulan Juli, di antaranya kasus pertama di Kecamatan Cimarga, yang menimpa RP (7) seorang siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD) dan FN (14), siswi SMP di Kecamatan Cibadak yang jadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh temannya.

Menurut Oman, faktor yang melatar belakangi kekerasan seksual yakni dari pengawasan orang tua, faktor ekonomi, dan kurangnya pengawasan di sekolah.

"Selain itu, kurangnya para orang tua memahami hak-hak anak, dan juga ada motif eksploitasi terhadap si anak," ujarnya.

Baca juga: Sepanjang Tahun 2022, 10 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terjadi di Kabupaten Serang

Dirinya menambahkan, dalam mencegah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Lebak, perlu kepedulian semua pihak.

"Kepada warga Lebak jika menemukan adanya kasus yang terdapat anak yang menjadi korban kekerasan seksual, untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian dan meminta pendampingan melalui LPA maupun UPTD PPA Lebak," katanya.

Untuk menangani dan melakukan pendampingan kekerasan seksual terhadap anak, Pemkab Lebak mempunyai dua lembaga yakni UPTD Penanganan Perempuan dan Anak (PPA) Lebak, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lebak.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved