Menhan Prabowo Subianto Terima 4 Bintang Kehormatan Sekaligus dari Panglima TNI dan Tiga Kepala Staf

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima 4 bintang kehormatan yang disematkan oleh Panglima TNI dan tiga kepala staf angkatan, Senin (15/8).

Penulis: Ahmad Haris | Editor: Ahmad Haris
Instagram @Kemhanri
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima empat bintang kehormatan yang disematkan oleh Panglima TNI dan tiga kepala staf angkatan di Ruang Hening, Kemhan RI, Jakarta, Senin (15/8). 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menerima empat bintang kehormatan yang disematkan oleh Panglima TNI dan tiga kepala staf angkatan di Ruang Hening, Kemhan, Jakarta, Senin (15/8).

Mengutip Instagram @Kemhanri, empat bintang tersebut yaitu Bintang Yudha Dharma Utama yang disematkan kepada Menhan Prabowo oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Lalu Bintang Kartika Eka Paksi Utama yang disematkan oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal Dudung Abdurrahman.

Baca juga: Prabowo Subianto Siap Maju jadi Capres di Pemilu 2024, Ketum Gerindra: Tugas yang Suci

Kemudian Bintang Jalasena Utama yang disematkan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono.

Dan yang terakhir, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama yang disematkan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Pada kesempatan tersebut, Menhan Prabowo juga menyematkan Bintang Yudha Dharma Utama kepada Jenderal TNI Andika Perkasa.

Karir Prabowo Subianto di TNI

Mengawali karir sebagai perwira TNI, Prabowo Subianto seperti kembali ke rumah sendiri saat ditunjuk oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Pertahanan RI.

Prabowo mengawali karier militernya di TNI Angkatan Darat pada tahun 1974 sebagai seorang Letnan Dua setelah lulus dari AKABRI Darat di Magelang.

Dari tahun 1976 hingga 1985, Prabowo bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), pasukan khusus Angkatan Darat pada saat itu.

Danjen Kopassus

Pada bulan Desember 1995, Prabowo diangkat sebagai komandan jenderal Kopassus dengan pangkat mayor jenderal.

Sebagai komandan jenderal, salah satu tugas pertama Prabowo adalah operasi pembebasan sandera Mapenduma.

Kopassus, terutama Sat-81/Gultor yang pernah dipimpin langsung oleh Prabowo, memiliki pengalaman dalam menangani operasi pembebasan sandera; yang paling dikenang adalah keberhasilan menyelamatkan penumpang Garuda DC-9 Woyla di Bangkok pada 1981.

Operasi ini berhasil menyelamatkan sepuluh dari dua belas orang peneliti yang tergabung dalam ekspedisi Lorentz 95 dan diculik oleh gerilyawan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Meskipun diwarnai oleh insiden penembakan komandan Sat-81 oleh anak buahnya sendiri, namun operasi ini dianggap berhasil menyelamatkan nyawa para peneliti yang berkebangsaan Indonesia, Inggris, Belanda, dan Jerman.

Pada 26 April 1997, tim pendaki Indonesia yang terdiri atas anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI berhasil menaklukkan puncak Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia, dan mengibarkan bendera Merah Putih di sana.

Baca juga: Dinilai Pekerja Keras, Prabowo Puji Kepimpinan Presiden Jokowi: Mungkin karena Kurus Beliau Enerjik

Misi ini didukung dan diprakarsai langsung oleh Prabowo sebagai komandan jenderal Kopassus.

Panglima Kostrad

Pada 20 Maret 1998, Prabowo diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, jabatan yang pernah disandang ayah mertuanya Presiden Soeharto.

Pengangkatan ini terjadi hanya sepuluh hari setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat memilih Soeharto untuk periode kelima sebagai presiden.

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved