Breaking News:

Cegah Kebakaran di Pasar Rangkasbitung, Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Sosialisasi Alat

Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran melakukan sosialisasi dan pemeriksaan alat di Pasar Rangkasbitung. dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran

Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran melakukan sosialisasi dan pemeriksaan alat di Pasar Rangkasbitung. Upaya sosialisasi dan pemeriksaan alat di Pasar Rangkasbitung itu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah kebakaran. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran melakukan sosialisasi dan pemeriksaan alat di Pasar Rangkasbitung.

Upaya sosialisasi dan pemeriksaan alat di Pasar Rangkasbitung itu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah kebakaran.

Untuk diketahui, bangunan Pasar Kota Rangkasbitung dibangun 2008 saat ini usia sudah 18 tahun.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Banten 24 Agustus 2022: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Lebak dan Kota Tangerang

Kasi Pencegahan Damkar Lebak Rusli mengatakan kegiatan sosialisasi pencegahan sekaligus memeriksa alat pemadam kebakaran di Pasar Rangkasbitung apakah memadai.

"Jadi kami melakukan pemeriksaan alat Proteksi Pemadam Kebakaran di Pasar Kota Rangkasbitung apakah berfungsi atau tidak," katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu (24/8/2022).

Dirinya menyebutkan banyak toko di Pasar Kota Rangkasbitung tidak Alat Pemadam Api Ringan atau APAR.

"Hanya ada empat Apar saja yang ada di Pasar Rangkasbitung, dan semuanya tidak dalam kondisi yang baik dan tidak berfungsi," ujarnya.

Saat Damkar Lebak melakukan pemeriksaan ke beberapa bagian dalam dan toko Pasar Rangkasbitung Apar yang ditemukan dalam keadaan kosong yakni Apar Powder ukuran 2 Kg : 2 Buah, Apar Powder ukuran 3,5 Kg : 1 Buah dan Apar Powder ukuran 6 Kg : 1 Buah.

Selain itu banyak instalasi listrik di Pasar Rangkasbitung yang tidak sesuai dengan SNI seperti penggunaan kabel.

"Adanya penumpukan colokan yang sangat beresiko terjadi konsleting, sehingga bisa memicu terjadinya kebakaran," katanya.

Baca juga: Berawal dari Sakit Gigi, Remaja 14 Tahun di Lebak ini Menahan Sakit karena Tumor Ganas di Wajahnya

Rusli menyampaikan selain di Pasar Kota Rangkasbitung hanya terdapat 2 titik hydrant taman yang menggunakan sistem instalasi PDAM.

"Jadi tindakan yang kami ambil yakni melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan juga ke pegawai di Disperindag Lebak," ujarnya.

Pihak Damkar Lebak akan terus melakukan sosialisasi lagi kedepanya ke beberapa pasar di wilayah Kabupaten Lebak.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved