Kasus DBD di Kabupaten Serang Tinggi, Dinkes Sindir Perilaku Hidup Sehat Masyarakat Masih Rendah
Perilaku hidup sehat masyarakat di Kabupaten Serang masih rendah menjadi pemicu tingginya kasus DBD di Kabupaten Serang.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Perilaku hidup sehat masyarakat di Kabupaten Serang masih rendah. Hal tersebut menjadi pemicu tingginya kasus DBD di Kabupaten Serang.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi saat ditemui di Pemkab Serang pada Rabu (24/8/2022).
"Pada prinsipnya, memang dari perilaku hidup sehat di Kabupaten Serang masih direndah," katanya.
Perilaku hidup sehat bersih dan sehat yang rendah di Kabupaten Serang itu bisa dilihat dari tiga indikator.
Baca juga: Hingga Juli 2022 Terdapat 143 Kasus DBD di Kabupaten Serang, 7 Orang Tercatat Meninggal Dunia
Pertama, ,membuang sampah sembarangan di masyarakat yang masih banyak.
Kedua, buang air besar sembarang dan ketiga mencuci tangan sebelum makan dengan sabun yang masih rendah.
Sehingga kata Agus pada musim kemarau basah dapat mempengaruhi adanya jentik nyamuk yang mendiami genangan air.
Dari jentik nyamuk itu, munculnya nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan DBD.
“Jadi, yang paling utama menjaga kebersihan rumah, karena nyamuknya berkeliaran di dalam rumah," katanya.
Untuk merubah pola hidup sehat masyarakat memerlukan proses panjang.
Oleh karena itu, pihaknya terus meningkatkan program-program yang sudah ada dalam rangka memajukan perilaku hidup sehat.
Seperti, program sosialisasi kesehatan melalui puskesmas, tenaga kesehatan dan pos kesehatan.
"Sosialisasi PHBS terus dilakukan, tapi kesadaran masyakarat untuk penerapan PHBS masih rendah,"katanya.
Sebelumnya diberitakan, Dinkes Kabupaten Serang mencatat hingga Juli 2022 terdapat 143 kasus Demam Berdarah Dongue (DBD).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/phbs-sehat.jpg)