Breaking News:

Rekomendasi Komnas HAM Dikiritk Keras Mantan Kabareskrim: Jangan Buat Kegaduhan

Rekomendasi Komnas HAM dalam kasus pembunuhan Brigadir J dikritik keras oleh mantan Kabareskrim Polri Susno Duaji.

Editor: Abdul Rosid
Tangkap Layar/Kompas TV
Rekomendasi Komnas HAM dalam kasus pembunuhan Brigadir J dikritik keras oleh mantan Kabareskrim Polri Susno Duaji. 

TRIBUNBANTEN.COM - Rekomendasi Komnas HAM dalam kasus pembunuhan Brigadir J dikritik keras oleh mantan Kabareskrim Polri Susno Duaji.

Untuk dikethaui, Komnas HAM menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait pembunuhan Brigadir J dua di antaranya, soal tidak adanya kekerasan atau penganiayaan.

Serta adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Baca juga: Polri Yakin Putri Candrawathi Tak Bakal Kabur, Kuasa Hukum Berani Jamin: Tidak Mungkin Kemana-mana

Susno Duadji menilai Komnas HAM justru telah melampui batas tupoksi lembaganya sendiri.

Ia pun menilai apa yang disampaikan Komnas HAM dalam rekomendasinya justru membuat gaduh publik.

" Komnas HAM ini dia tugasnya apa sih? dia hanya menyelidiki ada atau tidak pelanggaran HAM berat dalam kasus ini."

"Kalau tidak ada pelanggaran HAM berat ya sudah lepas libat, itu tugasnya polisi menyelidiki."

"Kasihan polisi yang sudah berhasil, jangan kacaukan lagi, jangan dibuat kegaduhan," kata Susno dalam Apa Kabar Malam tvOne, Kamis (1/9/2022).

"Ini bikin gaduh, apalagi mengambil kesimpulan tidak terdapat penyiksaan, penganiayaan."

"Dari mana? dari visum? apa visum bunyinya begitu? visum itu bunyinya ada luka tembak, luka lecet, luka benda tumpul."

"Nanti yang menyimpulkan itu penyidik polri," kata Susno.

Lebih lanjut, Susno mengkritik rekomendasi Komnas HAM terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah.

Ia mempertanyakan dasar pertimbangan Komnas HAM menyimpulkan adanya dugaan pelecehan seksual tersebut.

Baca juga: Sebut Anak Ferdy Sambo Ribut di Kelab Malam, Jefri Nichol Klarifikasi: Dihukum Kalau Terbukti Salah

"Pertama pelecehan seksual kan sudah dihentikan, dihentikannya itu bukan karena tersangkanya meninggal."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved