Breaking News:

Harga BBM Naik

BBM Mahal, Hanya 9.300 Warga Kabupaten Serang yang akan Dapat BLT dari Pemprov Banten

Bantuan langsung tunai (BLT) pasca kenaikan BBM akan mulai digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) Banten.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
dokumentasi Diskominfo Kabupaten Serang
Sekda Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri (kanan). Sebanyak 9.300 warga Kabupaten Serang akan menerima BLT dari Pemprov Banten Tahun 2022. Entus, mengatakan BLT di peruntukan bagi warga yang terdampak langsung atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Bantuan langsung tunai (BLT) pasca kenaikan BBM akan mulai digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov) Banten.

Dalam hal ini, sebanyak 9.300 warga Kabupaten Serang akan menerima BLT dari Pemprov Banten Tahun 2022.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, BLT di peruntukan bagi warga yang terdampak langsung atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: BBM Naik, Dishub Kabupaten Serang Kaji Penyesuain Tarif Angkutan Umum

Selain itu, pihaknya juga mengatakan, telah melakukan rapat koordinasi strategi BLT di Lingkungan Provinsi Banten dengan Kota/Kabupaten lainnya pada, Rabu (7/9/2022).

“Dalam rangka penanganan dampak kenaikan BBM. Rakor juga sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait dengan tindak lanjut subsidi BBM,” katanya di Pemkab Serang, Rabu (7/9/2022).

Entus mengatakan, sudah disampaikan bahwa masing-masing daerah harus melakukan upaya, untuk melakukan langkah-langkah bagaimana di daerah masing-masing bisa kondusif atas kenaikan harga BBM.

Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan langsung tunai atau BLT, sebagaimana arahan dari Pemerintah Pusat.

Pemerintah Provinsi Banten sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada, sudah mengalokasikan untuk menyalurkan BLT bagi 75.613 orang di Provinsi Banten.

"Untuk Kabupaten Serang, mendapat alokasi sekitar 9.300 orang, dan ini harus di tindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Serang,” katanya.

Oleh karena itu, Entus memastikan, akan mengadakan rapat dengan dinas terkait, khususnya dengan Dinas Sosial (Dinsos), Badan Pengelolaan Keuangan dan Arsip Daerah (BPKAD), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang, untuk segera menindak lanjuti arahan dari Pemerintah Provinsi Banten.

Khusus untuk pemberian BLT sudah disepakati, bahwa yang akan menerima adalah yang terdata di dalam non DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, yang ada di masing-masing kabupaten/kota.

Baca juga: Reaksi Puan Maharani saat PKS Walk Out Tolak Kenaikan Harga BBM, Santai, Lalu Lanjutkan Sidang

“Dengan prioritas, kepada profesi sopir, tukang ojek, nelayan, pelaku UMKM dan profesi lain yang terkena dampak langsung kenaikan BBM,” katanya.

Sedangkan untuk bantuan yang bersumber dari dana Pemda Kabupaten Serang sendiri, sebagaimana kebijakan pemerintah pusat, bahwa daerah harus mengalokasikan minimal 2 persen dari dana alokasi umum (DAU) yang diterima untuk hal yang sama.

"Ini sedang kita rumuskan untuk di Kabupaten Serang," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved