Ganjar Siapkan Rp 60 Miliar untuk Program Subsidi, Alokasi 17.000 Ojol & Angkutan Umum Rp 12,7 M
Ganjar juga meminta agar pemberian bantuan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.
TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan anggaran Rp 60 miliar untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
Anggaran yang diambil dari dana transfer umum (DTU) sebesar 2 persen dan anggaran belanja tidak terduga Pemprov Jateng ini untuk meringankan beban masyarakat setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Adapun anggaran sebesar Rp 60 miliar itu digunakan untuk program, di antaranya subsidi transportasi, subsidi harga kebutuhan pokok, dan bantuan sosial.
Baca juga: Malam Jumat, Ganjar Kedatangan 36 Tamu Istimewa Jauh-jauh dari Dompu NTB, Siapa Mereka?
"Kami sedang hitung ulang kondisi masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM," katanya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Kamis (8/9/2022).
Rencananya, anggaran itu untuk bantuan sosial Rp 8,7 miliar bagi 11.667 penerima Kartu Jateng Sejahtera, premi asuransi nelayan bagi 10.000 orang, dan subsidi tarif Trans Jateng sebesar Rp 17,9 miliar.
Selain itu, juga subsidi biaya operasional melaut Rp 4,7 miliar bagi 14.375 nelayan kecil, serta bantuan bahan untuk 1.810 industri kecil menengah sebesar Rp 905 juta.
Bantuan sosial juga akan diberikan kepada 4.224 kru angkutan umum dan 17.000 pengendara ojek online sebesar Rp 12,7 miliar, serta bantuan bagi pelaku distribusi pangan sebesar Rp 2,4 miliar.
Masih ada lagi bantuan bahan bakar kendaraan wisata di lingkungan daya tarik wisata, bantuan bagi 2.264 kelompok tani pengguna alat dan mesin pertanian, subsidi bahan bakar alat-alat peternakan, dan bantuan BBM untuk kelompok petani pengelola penggilingan padi.
“Saya minta teman-teman menghitung satu per satu kebutuhannya, termasuk alokasi anggarannya," ucap gubernur berambut putih ini.
Ganjar juga meminta agar pemberian bantuan harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.
"Misalnya kita mau kasih sembako, dicek dulu, jangan-jangan mereka tidak butuh sembako. Umpama nelayan mereka butuh aksesnya dipermudah, atau petani yang kemarin sulit membeli BBM di SPBU karena harus ada rekomendasi. Yang begini-begini harus dihitung,” ujarnya.
Baca juga: Suasana Seru Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan Lomba Makan Kerupuk
Ganjar mengaku sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk petani dan nelayan yang mengeluhkan kesulitan mengakses pembelian BBM.
Pertamina diminta untuk membuat perlakuan khusus kepada petani dan nelayan agar dimudahkan.
Bahkan, Ganjar minta sampai pada skemanya.
"Apakah kita titipkan ke Pertamina atau kita gunakan yang sudah ada. Contoh nelayan dan petani di Jateng kan sudah ada kartu nelayan dan kartu tani. Kalau itu dimasukkan, itu selesai. Itu yang sedang kami siapkan di Jateng,” kata suami Siti Atikoh ini.
Ganjar juga telah menugaskan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terjun ke lapangan mengecek bahan kebutuhan pokok.
Baca juga: 150 Buruh Migran Jahit Bendera Merah Putih Sepanjang 22,5 Meter Selama 3 Bulan, Diserahkan ke Ganjar
Berdasarkan pantauan yang dilakukannya, sejumlah kebutuhan pokok mulai naik-turun, seperti beras, telor ayam, bawang merah, dan cabai.
“Ada beberapa komoditas yang turun. TPID saya minta terus update, dan saya minta dari sisi hulu memastikan pasokan aman. Kalau memang diperlukan operasi pasar, segera lakukan,” ucapnya.
Ganjar menegaskan pihaknya akan terus berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat.
Selain anggaran Rp 60 miliar, Ganjar akan melobi DPRD Jateng agar anggaran perubahan bisa digunakan untuk dampak kenaikan BBM, pengendalian inflasi, serta penurunan angka kemiskinan.
Dia menilai baik jika DPRD setuju anggaran perubahan untuk merespons hal itu.
“Selain mengandalkan anggaran negara, kita juga akan gerakkan Baznas dan CSR karena potensinya besar. Tidak hanya membantu yang terkena dampak langsung, mereka yang tidak terkena dampak langsung kenaikan BBM kan mesti kita tolong juga,” ujarnya.