Breaking News:

Fenomena Aksi Teror di Indonesia, Media Sosial Masih Jadi Sarana Propaganda

Kelompok teror menggunakan media sosial untuk menebar propaganda kepada masyarakat.

Editor: Glery Lazuardi
Net
Ilustrasi media sosial. Kelompok teror menggunakan media sosial untuk menebar propaganda kepada masyarakat. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kelompok teror menggunakan media sosial untuk menebar propaganda kepada masyarakat.

Untuk itu, perlu kontra radikalisasi melalui kemampuan literasi digital untuk menangkal propaganda radikal.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Boy Rafli Amar.

"Kita harus multipihak melakukan literasi menyakinkan bangsa Indonesia tak seperti yang dipropagandakan (kelompok teror,-red) di medsos," ujarnya, dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (24/9/2022).

Baca juga: Zaki Iskandar Wanti-wanti Kader Golkar DKI Jakarta Bijak Gunakan Medsos

Untuk itu, dia mengajak civil society menjadikan Pancasila sebagai pondasi dalam berbangsa dan bernegara, moderasi beragama, penguatan budaya, serta mendukung pembangunan kesejahteraan bagi mitra de radikalisasi dan penyintas.

"Di bidang pencegahan kita lakukan penegakan empat konsensus negara kita, kita coba mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai bangsanya sendiri," tambahnya.

Medsos Jadi Sarana Propaganda

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiterror Polri menangkap 5 tersangka teroris pada Selasa (16/8/2022) di berbagai wilayah Indonesia.

Dari 5 tersangka itu, ada pemilik akun Basyira Media pendukung Anshor Daulah berinisial WH yang ditangkap di Sumatera Selatan.

Kepala Bagian (Kabag) Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar menyebutkan, Basyira merupakan media propaganda dari Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

"Media ini masih terkait media Annajiyah, mesin propaganda medsosnya ISIS di Indonesia," kata Aswin saat dikonfirmasi, Kamis (18/8/2022).

Selain menangkap WH, empat tersangka lain yaitu AS dan EF yang ditangkap di Jakarta serta MR dan DS yang ditangkap di Jambi. AS diduga terlibat dalam kegiatan hubungan internasional Jamaah Islamiyah.

Sementara, EF merupakan koordinator daerah teritorial Jamaah Islamiah wilayah Jabodetabek.

Baca juga: Kumpulan Twibbon Hari Batik Nasional 2 Oktober 2022, Lengkap dengan Cara Membagikannya ke Medsos

Selanjutnya, dua tersangka lainnya berinisial MR dan DS ditangkap di Jambi.

"Keterlibatan memfasilitasi camp uzlah di Jambi dan Aceh terafiliasi Anshor Daulah," ucap Aswin.

Menurut Aswin, saat ini kelima tersangka sedang diperiksa secara intensif.

"Para tersangka ditempatkan di tempat yang aman dalam pengawasan D88 (Densus 88)," ungkap Aswin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Densus 88: 5 Tersangka Teroris yang Ditangkap Sebar Propaganda Lewat Medsos ISIS di Indonesia"

Densus 88: 5 Terrorist Suspects Arrested for Spreading Propaganda Through ISIS Social Media in Indonesia

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved