Banyak Temuan Alat Kontrasepsi, Objek Wisata Kemping Bukit Waruwangi Bakal Ditutup Pemkab Serang

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya akan menutup Objek wisata camping di Bukit Waruwangi, yang berada di Kecamatan Cinangka.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Ahmad Haris
Pemkab Serang akan menutup Objek wisata camping di Bukit Waruwangi, yang berada di Kecamatan Cinangka. Hal ini karena banyak dikeluhkan oleh masyarakat dan ulama setempat, karena banyak alat kontrasepsi berserakan setiap pagi hari usai bermalam/kemping di Bukit Waruwangi. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bakal menutup objek wisata kemping Bukit Waruwangi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Bupati Serang, Selasa (27/9/2022).

Tatu mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat dan para ulama setempat, terkait adanya penyalahgunaan perkemahan di wisata Bukit Waruwangi tersebut.

Rapat Forkompimda yang dipimpim oleh bupati serang dan wakil bupati serang di Pendopo Bupati Serang. 
Rapat Forkompimda yang dipimpim oleh bupati serang dan wakil bupati serang di Pendopo Bupati Serang.  (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

Baca juga: Wisata Banten: Sensasi Kemping di Bukit Waruwangi, Sejuk dan Tidak Terlalu Dingin, Bikin Nagih!

"Waruwangi tutup saja kalau perlu ada surat dari Pemda tidak ada camping, karena waktu itu saya mendapat keluhan dari ulama di sana, banyak temuan alat konstrosepsi setiap pagi," katanya.

Rencana penutupan itu semakin menguat, usai adanya peristiwa sepasang muda mudi tersambar petir di dalam tenda, saat sedang melakukan camping di Bukit Waruwangi.

Namun, untuk dasar penutupan itu, kata Tatu, tentunya akan melihat dari perizinan wisata yang dikantongi oleh pengelola Bukit Waruwangi.

“Kita akan lihat apakah perkemahan ini masuk ke izin yang mereka dapat atau tidak,” katanya.

Karena dalam hal ini, lanjut Tatu, Pemkab Serang tidak ingin ada tempat wisata yang mendukung ke arah perbuatan asusila.

Kendati demikian, pihaknya akan terlebih dahulu melihat regulasi untuk menutup perkemahan tersebut.

Baca juga: Detik-detik Petir Sambar Tenda Sepasang Mahasiswa di Bukit Waruwangi Serang, Seorang Tewas

“Nanti Kabag Hukum akan memproses, kita akan sampaikan dasar penutupannya,” ucapnya.

Tatu juga meminta kepada pihak penglola wisata, untuk dapat memperhatikan sisi negatif dari wahana wisata, jangan sampai hal ini dapat merugikan warga sekitar.

Sebelumnya, Bukit Waruwangi merupakan objek wisata alam yang berlokasi di perbatasan Kecamatan Cinangka dan Kecamatan Padarincang, yang diresmikan pada pertengahan 2020.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved