Banten Provinsi Paling Tak Bahagia se-Indonesia, Al Muktabar Minta BPS Buka Data: Siapa Orangnya?
Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, meminta BPS membuka data terkait hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dipublikasi 2021
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar, meminta BPS membuka data terkait hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) yang dipublikasi pada 2021.
Jika mengacu SPTK, Banten dinilai sebagai provinsi di Indonesia paling tidak bahagia. Hal itu lantaran Banten meraih indeks kebahagiaan paling rendah se-Indonesia Tahun 2021.
Diketahui, Banten mendapatkan peringkat paling akhir dengan angka 68.08 dari sejumlah Provinsi yang ada di Indonesia.
"Saya sedang ingin membuka data, siapa yang tidak bahagia itu secara by name by address," ujarnya kepada awak media seusai upacara HUT Pemprov Banten ke 22 Tahun di Lapangan Setda Banten, Selasa (4/10/2022).
Baca juga: Rayakan HUT ke-22 Provinsi Banten, Ini Pesan dan Harapan PJ Gubernur Al Muktabar
Dia mengaku ingin melakukan pendekatan kepada warga yang merasa tidak bahagia.
Menurutnya, apabila ada hal-hal yang bisa dilakukan oleh pihaknya secara sepesifik atau secara individu.
"Kita sedang konsolidasi dengan statistik karena ini memicu pendapat yang pro dan kontra, maka kita ingin melakukan secara sungguh serius dari apa yang membuat faktor penenntu sehingga disebut tidak bahagia," terangnya.
Dikarenakan hal ini, sifatnya survei dengan menggunakan sistem sampling.
Maka dari itu, kata dia, tentu ada sampling yang telah disurvei oleh pihak BPS.
Sehingga dirinya ingin mengetahui siapa saja yang mengaku tidak bahagia.
"Kita ingin ada by name by address saudara kita itu, untuk kita lakukan upaya itu agar mereka bahagia," ungkapnya.
Saat disinggung apakah dirinya meragukan hasil survei yang dilakukan oleh BPS.
Baca juga: Kepala BI Banten: BLT BBM Bantu Kendalikan Kenaikan Harga
Al Muktabar menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud meragukan hasil survei tersebut.
"Tentu tidak (meragukan,-red) institusi statistik adalah lembaga yang memiliki kompetensi untuk mengeluarkan data. Tetapi buat kita adalah bagaimana kita agar apa yang disebut dengan menuju bahagia itu kita bisa lakukan bersama," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pj-gubernur-banten-al-muktabar-menyampaikan-ungkapan-terimakasih.jpg)