Tokoh KH Embay Mulya Syarif Ungkap Perjuangan Terbentuknya Banten Jadi Provinsi
Satu di antara pendiri Provinsi Banten, H Embay Mulya Syarief, menceritakan perjuangan pembentukan provinsi ini pada tahun 2000.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Provinsi Banten memasuki usia 22 tahun pada 4 Oktober 2022.
Satu di antara pendiri Provinsi Banten, KH Embay Mulya Syarief, menceritakan perjuangan pembentukan provinsi ini pada tahun 2000.
Kepada TribunBanten.com Embay bengatakan, pada saat sebelum bangsa Indonesia merdeka.
Banten merupakan salah satu kerjaan kesultanan besar di Indonesia.
Baca juga: PPP Banten Usung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024, Ketua DPW: Mohon Masukkan dalam KIB
Kemudian pada masa penjajahan Belanda, Banten dihancurkan oleh para penjajah.
"Istananya pun diratakan dengan tanah. Hanya satu barang kali di Indonesia ini yang keratonnya rata dengan tanah yaitu hanya Banten," ungkapnya saat berbincang di rumahnya, Senin (3/10/2022)
Embay menuturkan, setelah bangsa Indonesia merdeka Tahun 1945.
Sekitar Tahun 1948 terjadi sebuah perjanjian renville.
Di mana seluruh wilayah di Indonesia menjadi masing-masing negara kedaerahan.
"Kalau dulu ada Republik Indonesia Serikat (RIS,-red). Kecuali tiga wilayah yaitu Banten, Aceh dan Yogyakarta," katanya.
Artinya, kata Embay, pada saat itu, sebetulnya Banten bukanlah wilayah administratif Jawa Barat.
Di mana Jawa Barat berada di satu divisi Siliwangi, yang mana Panglima divisinya yaitu Kolonel Abdul Haris Nasution.
Sementara Banten juga satu divisi yang mana Panglima divisinya yaitu Kolonel KH. Syam'un.
"Pangkatnya sama-sama Kolonel. Itu fakta bahwa dulu, Banten itu bukan wilayah administrasi Jawa Barat," ungkapnya.