Dinkes Pastikan di Lebak Tidak Ada Anak Terdeteksi Penyakit Gagal Ginjal Akut
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak memastikan, bahwa di wilayah Lebak, tidak ada anak yang mengalami diagnosis penyakit gagal ginjal akut.
Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak memastikan, bahwa di wilayah Lebak, tidak ada anak yang mengalami diagnosis penyakit gagal ginjal akut.
Hal tersebut disampaikan langsung dr. Budi Mulyanto Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak.
Ia mengatakan, terkait adanya laporan balita di RSUD Malingping yang terkena gagal ginjal akut, hal tersebut tidak benar.
Baca juga: WADUH! 12 Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Provinsi Banten, 6 Meninggal, Ini Sebarannya
"Jadi itu bukan kasus gagal ginjal, tapi sindrom nefrotik. Gangguan ginjal tapi tidak sampai ke gagal ginjal," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Senin (24/10/2022).
Dinkes Lebak memastikan, dari empat rumah sakit yang ada di Lebak belum ada laporan terkait adanya penyakit gagal ginjal akut, yang kebanyakan menyerang anak-anak tersebut.
Empat rumah sakit besar di Lebak di antaranya RSUD Adjidarmo, RS Misi, RS Kartini dan RSUD Malingping, sejauh ini tidak ada penyakit tersebut.
"Sampai hari ini tidak ada laporan dari empat RS di Lebak, terkait adanya kasus gagal ginjal," ujarnya.
"Kalau sindrom nefrotik ini, fungsi ginjal menurun tapi tidak sampai melewati batas normal."
"Pada pemeriksaan laboratorium di dapatkan penurunan albumin darah serta adanya protein pada air kencing," katanya.
Dirinya melanjutkan, sementara untuk gagal ginjal akut, fungsi ginjal menurun, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.
Baca juga: 12 Kasus Gagal Ginjal Akut Terhadap Anak Ditemukan di Banten, Kadinkes Ungkap Gejalanya
"Untuk gagal ginjal akut, fungsi ginjalnya sangat menurun dengan pemeriksaan laboratorium urin dan kreatinin nilainya di atas normal dan harus cuci darah," katanya.
Budi menambahkan, Penyebab Sindrom nefrotik disebabkan karena ginjal yang tak mampu menyaring protein, sehingga terbuang melalui urine.
"Jadi penyebabnya sindrom nefrotik bukan karena obat atau aditif lainnya, dan penyakit ini bisa disembuhkan. tentunya dengan penanganan yang tepat," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ilustrasi-gangguan-ginjal-akut-misterius.jpg)