Stunting Heroes 2022
Tekan Angka Stunting, Pemerintah Siapkan Subsidi Beras Fortifikasi, Moeldoko: Agar Gizinya Seimbang
Dalam rangka mengentaskan masalah stunting, Pemerintah Indonesia menyiapkan program subsidi beras fortifikasi.
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dalam rangka mengentaskan masalah stunting, Pemerintah Indonesia menyiapkan program subsidi beras fortifikasi.
Hal itu dilakukan agar kebutuhan gizi masyarakat di Indonesia bisa tercukupi bagi kelauraga yang beresiko stunting.
Untuk diketahui, dikutip dari laman stunting.go.id, beras fortifikasi adalah beras yang mengandung zat gizi mikro tambahan. Kandungan nutrisi di dalam beras fortifikasi, yakni vitamin A, B1, B3, B12, B9 (asam folat), zat besi, dan zinc.
Baca juga: Targetkan Turun 14 Persen di Tahun 2024, Pemerintah Gencar Atasi Stunting
Kandungan tersebut sangat baik untuk pemenuhan gizi masyarakat sebagai salah satu upaya dalam pencegahan stunting dan menjaga imun tubuh.
Beras fortifikasi ini merupakan inovasi dari Bulog yang sengaja dilakukan di daerah-daerah yang memiliki angka stunting cukup tinggi.
"Beras fortifikasiitu jenis beras yang di dalamnya ada multi vitamin, dan pemerintah akan memberikan subsidinya," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Moeldoko usai membuka acara Stunting Heroes Awards 2022 di Kota Serang, Senin (31/10/2022).
Program subsidi beras fortifikasi merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengentasakan masalah stunting.
Karena, lanjut Moeldoko, di tahun 2024 angka stunting di Indonesia ditargetkan turun 14 persen.
"Sesuai dengan apa yang ditargetkan 14 persen oleh presiden untuk penyelesaian persoalan stunting sampai tahun 2024," ujarnya.
Selain program subsidi beras fortifikasi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah pendekatan.
Mulai dari pendekatan secara intevensi spesifik atau pun intervensi sensitif.
Baca juga: Banten Daerah Pertama Gelar Stunting Heroes Awarding, Moeldoko: Inovasi Sosial Perlu di-Copy Paste
"Pendekatanya itu, baik pola makan, pola asuh dan sanitasinya itu harus diperbaiki," katanya.
"Bayangkan itu peristiwa dalam rapat kabinet saja sampe memikirkan jamban. Hal itu dipikirkan oleh pak presiden, karena itu bagian dari upaya agar sanitasinya tertangani secara baik," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-beras-stuntig.jpg)