Breaking News:

Kasus DBD di Serang Meningkat Saat Musim Hujan, Pemerintah Gencarkan Sosialisasi 3M

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Serang meningkat saat musim hujan. Untuk itu, Pemerintah Kota Serang gencar melakukan sosialisasi 3 M.

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
Hermina Hospital
ilustrasi nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Serang meningkat saat musim hujan. Untuk itu, Pemerintah Kota Serang gencar melakukan sosialisasi 3 M. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) di Serang meningkat saat musim hujan.

Untuk itu, Pemerintah Kota Serang gencar melakukan sosialisasi 3 M. 3 M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas.

"Upaya yang dilakukan pertama tentu mensosialisasikan secara terus menerus kesadaran kepada masyarakat tentang 3 M, yang ke 2 kita sudah siapkan program dan giat di dinkes untuk menangani ini semuanya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanamg Saefudin, kepada TribunBanten.com saat dikonfirmasi melalui pesan instan, Rabu (2/11/2022).

Baca juga: Awas! Musim Penghujan Anak Rentan Terserang DBD, Kenali Gejalanya

Untuk pelaksanaan sosialisasi 3 M, kata dia, diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Serang.

"Teknisnya ke dinkes," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan upaya yang dilakukan oleh Dinkes sudah melakukan sosialisasi, penyuluhan, PSN, pemeriksaan jentik berkala, dan penyelidikan Epidemiologi jika ada kasus terlapor.

"Kita sudah lakukan sosialisasi, penyuluhan, PSN, pemeriksaan jentik dan penyelidikan epidemologi jika ditemuka kasus terlapor," paparnya.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ahmad Hasanuddin menyebutkan, kasus DBD)'>demam berdarah dengue ( DBD) pada tahun ini mencapai 529.

Jumlah kasus tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun ini (kasus DBD) di Kota Serang sampai awal September 2022 sudah ada 529 yang dilaporkan. Meningkat dibandingkan tahun 2019 ada 249 kasus, 2020 ada 256 kasus dan 2021 ada 98 kasus," kata Hasanuddin kepada wartawan di Serang, Selasa (2/11/2022).

Hasanuddin mengatakan, laporan kasus DBD terbanyak dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di tiga wilayah yakni Rau, Banten Girang, dan Banjar Agung.

Baca juga: Kenali Gejala DBD Pada Anak, Waspada Fase Kritis Saat Demam Turun

Menurut Hasanuddin, peningkatan kasus DBD disebabkan adanya bencana banjir pada Maret 2022.

Sehingga, kata dia, banyak genangan air dan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dan menyebarkan virus dengue.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved