Kronologi Karyawan Twitter Resign Berjemaah, Buntut Ultimatum Elon Musk

Keputusan sejumlah karyawan Twitter untuk hengkang merupakan buntut dari ultimatum yang diberikan Elon Musk.

Editor: Vega Dhini
Istimewa via Kompas.com
Ilustrasi Twitter. Keputusan sejumlah karyawan Twitter untuk resign massal kini jadi sorotan. 

Banyak orang penting yang resign

Dari sekian banyak yang memilih untuk mengundurkan diri, beberapa di antaranya kabarnya merupakan orang-orang penting yang mengurus sistem internal di Twitter agar berjalan dengan lancar.

Konon, Musk sempat mengadakan sebuah rapat terbatas dengan orang-orang tersebut.

Dalam pertemuan ini, Musk dikabarkan sempat "melunak".

Tidak disebutkan apakah karyawan-karyawan yang ditemui Musk itu masih memilih resign atau justru tidak jadi mengundurkan diri dan tetap bekerja di Twitter.

Yang jelas beberapa saat setelah tenggat waktu ultimatum yang diberikan Musk tadi berakhir, Musk kabarnya langsung menerapkan "kebijakan" baru yang berlaku efektif hingga Senin (21/11/2022).

Elon Musk beli <a href='https://banten.tribunnews.com/tag/twitter' title='Twitter'>Twitter</a>.
Lihat Foto
Elon Musk beli Twitter.(ZUMA PRESS/ADRIEN FILLON via DW INDONESIA)

Kebijakan tersebut kabarnya bakal memblokir seluruh akses masuk karyawan ke kantor Twitter mana pun hingga Senin pekan depan.

Tidak dijelaskan mengapa Musk melakukan hal ini.

Namun, informasi yang beredar menyebutkan bahwa keputusan Musk itu dilakukan karena dia khawatir jika karyawan Twitter, mungkin orang-orang penting tadi, melakukan aksi sabotase terhadap Twitter.

Terlepas dari pemblokiran akses masuk kantor, Musk saat ini belum mencopot akses dan akun para karyawan Twitter pasca-ultimatum diberikan.

Sebab, dia dan timnya konon tengah mengumpulkan data seputar siapa saja yang setuju dengan ultimatumnya tadi, begitu juga siapa saja yang tidak setuju dan memilih resign, sebelum karyawan tersebut dinonaktifkan dari database.

Harus kerja keras

Seperti disebutkan di atas, "ombak" resign ini terjadi usai Musk memberikan ultimatum yang harus dijawab karyawan per Kamis sore waktu setempat kemarin.

Dalam ultimatum tersebut, Musk menegaskan bagi mereka yang masih bekerja di Twitter saat ini, atau mereka yang tidak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), harus tunduk kepada aturan lingkungan kerja baru yang lebih "keras".

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved