Breaking News:

Pengakuan Emak-emak Penyalur TKI Ilegal di Serang: Lupa Jumlah Korban Setelah Beraksi Empat Tahun

FT (58) dan HA (47), emak-emak di Serang, ditangkap karena mengirim pekerja migran Indonesia secara ilegal ke luar negeri.

Editor: Glery Lazuardi
Net
Ilustrasi kejahatan sindikat pengiriman TKI ilegal ke Arab Saudi. FT (58) dan HA (47), emak-emak di Serang, ditangkap karena mengirim pekerja migran Indonesia secara ilegal ke luar negeri. Dihadapan aparat Polres Serang, dua warga Kecamatan Lebakwangi dan Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang itu mengaku telah beroperasi sejak 2019. 

TRIBUNBANTEN.COM - FT (58) dan HA (47), emak-emak di Serang, ditangkap karena mengirim pekerja migran Indonesia secara ilegal ke luar negeri.

Dihadapan aparat Polres Serang, dua warga Kecamatan Lebakwangi dan Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang itu mengaku telah beroperasi sejak 2019.

Namun, selama empat tahun beroperasi mereka tidak ingat berapa calon tenaga kerja yang telah dikirim ke luar negeri.

"Sudah 4 tahun berjalan dan tersangka tidak hafal berapa banyak warga yang sudah diberangkatkan sebagai tenaga kerja," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dedi Mirza kepada wartawan

Baca juga: Naik 6,4 Persen, UMP Banten 2023 Jadi Rp 2,6 Juta Mulai 1 Januari, Bagaimana Rincian Kenaikannya?

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku melakukan perekrutan orang sebagai pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan atau dipekerjakan di negara Arab secara ilegal.

Dijelaskan Dedi, terungkapnya kegiatan kedua pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pendalaman dan penyelidikan.

Tidak butuh waktu lama, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Serang melakukan penangkapan di kediaman rumah tersangka di dua tempat berbeda.

Dari keduanya, petugas mengamankan tersangka dan barang bukti, dua buku nikah, paspor, tiket pesawat serta lembar lampiran visa, paspor dan tiket.

Akibat dari perbuatannya tersebut, kedua kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan Mapolres Serang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Keduanya dijerat Pasal 2 ayat (1), Pasal 4, Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 81 Jo 86 huruf b Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.

Adapun ancaman hukumannya dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Banten Selasa 29 November, Potensi Cuaca Ekstrem di Tangerang Raya

Terakhir, Dedi meminta kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan ajakan seseorang yang dapat memberangkatkan keluar negeri sebagai pekerja migran secara non prosedural.

"Ke depannya akan merugikan diri sendiri jika terjadi sesuatu," tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Emak-emak Penyalur TKI Ilegal di Serang Ditangkap, Sudah 4 Tahun Beraksi"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved