79 Badak Bercula Satu Hidup di Ujung Kulon, Pengelola TNUK Cegah Kepunahan

79 ekor badak bercula satu berada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten.

Tayang:
Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
Dok. Instagram @mahartitrii
Ilustrasi badak cula satu di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Sebanyak 79 ekor badak bercula satu berada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. 79 ekor badak itu terdiri dari 39 berjenis kelamin betina dan 40 berjenis kelamin pria. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, SERANG - Sebanyak 79 ekor badak bercula satu berada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten.

79 ekor badak itu terdiri dari 39 berjenis kelamin betina dan 40 berjenis kelamin pria.

"Populasi sekarang 79, betina 39, jantan 40, dewasa masih 25 betina dan 29 jantan, kalo yang anak betinanya ada 4, jantannya 4, yang remaja betinanya 8, jantannya 7, dewasa betinanya 25, jantannya 29 jadi total betiannya 39 dan jantannya 40," ujar Humas Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Andri Firmansyah, kepada TribunBanten.com melalui pesan, Minggu (18/12/2022).

Baca juga: Dua Anak Badak Cula Satu Lahir Bulan September, Ini Penjelasan Pengelola Taman Nasional Ujung Kulon

Untuk badak dewasa berjumlah 25 jenis betina dan 29 jantan. Untuk umuran anak jumlah badak terdapat 4 dan jantan 4. Umuran remaja betinanya 8 dan jantan 7.

Usia dewasa betina berjumlah 25 dan jantan 29, jadi total keseluruhan 79 badak di TNUK.

Pada September 2022 lalu, TNUK mendapat kabar baik terkait kelahiran dua anak badak jenis jantan dan betina. Atas kelahiran itu dipersembahkan sebagai kado untuk KTT G20 di Bali yang sudah terlaksana.

"Ini kado untuk KTT G20 di Bali, disamping itu ini juga bulan cinta puspa dan bulan satuan nasional, secara nasional ini kado untuk taman nasional ujung kulon untuk KTT G20 dan bulan cinta puspa serta bulan satwa nasional," terangnya.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan namun tidak secara langsung, pihaknya akan memonitor serta perketat pintu masuk untuk menghindari ancaman bagi keberlangsungan populitas badak bercula satu.

"Pengawasan secara langsung susah, intinya kita akan terus memonitor dan perketat pintu masuk untuk menghindari gangguan dari manusia, hewan, kerbau dan lain sebagainya," ucapnya.

Baca juga: Jadi Maskot Piala Dunia U-20 Tahun 2023, Pj Gubernur Banten Berharap Badak Cula Satu Bisa Mendunia

Intensitas patroli terus ditingkatkan.

"Intensitas patroli kita tingkatkan dan tentunya kedepan dengan dibangunnya JRSCA ini akan menambah hak intensif untuk pengelolaan badak Jawa ini," tuturnya.

Selain itu, pengawasan tidak hanya oleh petugas, pihaknya dibantu pula oleh masyrakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga populasi badak.

"Kita tidak terlepas dari peran serta masyarakat juga, masyarakat lokal sudah mulai sadar dan tau populasi badak jawa mulai kritis, kegiatan banyak juga yang kita lakukan terkait penanaman pakan badak, ini semua dilakukan masyarakat bersama kami, juga ada kegiatan pengendalian langkap dalam rangka pemulihan ekosistem, itu juga bertujuan untuk melestarikan dan mengembangbiakan badak jawa," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved