Tanggapi Permintaan Maaf Belanda, Maruf Amin Minta Permohonan Maaf Secara Resmi kepada Indonesia
Kata Maruf Amin, pemerintah Indonesia akan menindaklanjuti permohonan maaf apabila ada pengajuan resmi dari Pemerintah Belanda
TRIBUNBANTEN.COM - Belum lama ini pemerintah Belanda meminta maaf kepada Indonesia atas penjajahan ataupun perbudakan di masa lalu.
Menanggapi permintaan maaf tersebut, wakil Presiden RI, Maruf Amin menyarankan Belanda untuk mengajukan permohonan maaf secara resmi kepada pemerintah Indonesia.
Dengan permohonan maaf secara resmi, maka pemerintah Indonesia dapat merespon atau menindaklanjuti permohonan maaf yang disampaikan Belanda.
"Ya kalau dia memang itu (meminta maaf), ajukan saja resmi kepada pemerintah (Indonesia)," kata Maruf melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/12/2022).
Baca juga: Wapres Maruf Amin Minta Kepala Daerah dan ASN di Pemprov Banten Terapkan Nilai-nilai Pancasila
Pemerintah Indonesia, kata Maruf Amin, akan menindaklanjuti permohonan maaf apabila ada pengajuan resmi dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Indonesia.
“Nanti pemerintah akan merespons, seperti apa responsnya kan. Pemerintah akan memperbincangkan itu.”
“Jadi, kalau tidak jelas, belum resmi, sampaikan saja kepada pemerintah, nanti pemerintah akan merespons seperti apa,” papar Maruf.
Sebelumnya, PM Belanda Mark Rutte meminta maaf atas perbudakan yang dilakukan Belanda pada masa lalu.
Baca juga: Kunjungi Dubes RI di Belanda, Tim Polda Banten Beri Golok Banten
Baca juga: Angka Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Tinggi, Ini Solusi yang Ditawarkan Wapres Maruf Amin
Ia menyebut hal itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dikutip dari Channel News Asia, permintaan maaf itu datang hampir 150 tahun setelah berakhirnya perbudakan di luar Eropa, termasuk Indonesia, Suriname, dan pulau-pulau seperti Curacao dan Aruba di Karibia.
"Hari ini atas nama Pemerintah Belanda, saya meminta maaf atas tindakan negara Belanda di masa lalu."
"Belanda memikul tanggung jawab atas penderitaan besar yang menimpa orang-orang yang diperbudak dan keturunan mereka."
"Kami yang hidup di sini dan sekarang, hanya bisa mengakui dan mengutuk perbudakan dalam istilah yang paling jelas sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan," tutur Rutte, Senin (19/12/2022).
Baca juga: Wapres Maruf Amin: Pemerintah Tengah Kaji Kemungkinan Penetapan KLB Penyakit Gagal Ginjal Akut
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul PM Belanda Minta Maaf Atas Perbudakan di Masa Lalu, Maruf Amin: Ajukan Resmi kepada Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/wakil-presiden-maruf-amin-meresmikan-acara.jpg)