Breaking News:

Kapal Karam Diterjang Gelombang, Nelayan di Lebak Nyaris Tewas Tenggelam

Memaksakan melaut saat gelombang tinggi, seorang nelayan nyaris tewas tenggelam di perairan pantai Tanjung Panto, Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
Dok. BPBD Lebak
Korban berhasil diselamatkan dan mendapat penanganan di Puskesmas Wanasalam, Rabu (28/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Memaksakan melaut saat gelombang tinggi, seorang nelayan nyaris tewas tenggelam di perairan pantai Tanjung Panto, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat kondisi gelombang tinggi terjadi pada perairan pantai Tanjung Panto.

Korban tenggelam karena perahu yang ditumpangi oleh para nelayan karam, usai diterjang gelombang tinggi di lautan.

 

 

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama membenarkan kejadian tersebut.

Beruntung korban berhasil selamat. 

"Korban diselamatkan oleh nelayan lainnya, yang juga berada pada kapal tersebut saat kejadian," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (28/12/2022).

Dirinya menyebutkan, satu nelayan yang tenggelam tersebut merupakan warga Kecamatan Wanasalam, dan kini dalam keadaan selamat.

"Korban saat ini mengalami luka karena benturan dengan kapal yang dinaikinya, Alhamdulillah korban selamat," ujarnya.

Korban langsung di bawa ke Puskesmas Kecamatan Wanasalam, dalam keadaan tak sadarkan diri.

Saat ini keadaan korban dalam keadaan baik-baik saja, setelah mendapatkan perawatan medis.

Febby menyampaikan, bahwa pihaknya sudah memberikan imbauan, karena perairan Lebak Selatan sendiri hingga awal tahun 2023 diprediksi masih akan terjadi cuaca esktrem.

"Jadi perairan Lebak selatan, masih terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian 2 meter sampai 4 meter," katanya.

Dirinya mengingatkan kepada para nelayan, jangan memaksakan untuk melaut, tetapi tunggu terlebih dahulu hingga cuaca aman.

"Karena dari aawal sudah mengimbau kepada para nelayan untuk tidak pergi melaut, karena adanya cuaca esktrem itu."

"Namun jika itu sudah berkaitan dengan kondisi kehidupan kita tidak bisa melarang, karena mereka juga mencari nafkah," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved