Kumala Kepung Disdik Lebak, Anak Putus Sekolah dan Dugaan Kebocoran Dana BOS Disorot
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kumala perwakilan Rangkasbitung menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Disdik Lebak, Selasa (5/5/2026)
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) perwakilan Rangkasbitung menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lebak, Selasa (5/5/2026).
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Lebak.
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com di lokasi, para mahasiswa menyampaikan orasi tepat di depan Kantor Disdik Lebak. Mereka juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes.
Baca juga: Website DPRD Lebak Diretas, Tulis Pesan untuk Presiden Prabowo Minta MBG Dihentikan
Ketua Kumala Rangkasbitung, Heru, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan di Lebak.
Menurutnya, di tengah semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, realitas di lapangan justru menunjukkan adanya persoalan serius yang belum terselesaikan oleh pemerintah.
“Maka dari itu, kami hari ini datang ke Disdik untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan berdasarkan kajian kami bersama,” ujarnya.
Ia menyebutkan, angka putus sekolah di Lebak masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti ekonomi, sulitnya akses pendidikan, serta kurangnya dukungan sistem.
Selain itu, ia menambahkan bahwa angka partisipasi pendidikan, terutama di wilayah pedesaan dan terpencil, masih rendah.
"Jadi ini masih menunjukkan, bahwa adanya ketimpangan akses dan distribusi layanan pendidikan yang belum merata di Lebak," katanya.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang dinilai belum layak.
Banyak sekolah mengalami kerusakan bangunan, kekurangan fasilitas belajar, hingga minim akses terhadap teknologi pendidikan.
Kesejahteraan guru, khususnya guru honorer, juga menjadi perhatian. Menurut Heru, kondisi mereka masih jauh dari layak.
"Upah rendah, ketidakpastian status, dan minimnya perlindungan menjadi realitas yang dihadapi para tenaga pendidik yang seharusnya menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan," ungkapnya.
Ia juga menyinggung adanya dugaan kebocoran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran pendidikan.
| Mimbar Bebas Kumala: Tuding Bupati Lebak Arogan Diduga Lempar Kepala OPD dengan Asbak |
|
|---|
| Bupati dan Wabup Lebak Dinyatakan Hilang saat Didemo Mahasiswa |
|
|---|
| Ratusan Mahasiswa Beri Rapor Merah Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak |
|
|---|
| Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan, DPRD Minta Pemkab Pandeglang Serius Atasi Anak Tidak Sekolah |
|
|---|
| Belia Hasbi Jayabaya Dukung Program ‘Ruang Aman’ Inisiasi Kumala untuk Cegah Kekerasan Seksual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/DEMO-HARI-INI-Puluhan-mahasiswa-ya.jpg)