Breaking News:

Ada 1.370 Kasus Perceraian di Kabupaten Lebak, Kecamatan Rangkasbitung Mendominasi

Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah penyumbang angka perceraian terbanyak di Pengadilan Agama Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Penulis: Nurandi | Editor: Ahmad Haris
(Istimewa via WartaKota)
Ilustrasi Perceraian. Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah penyumbang angka perceraian terbanyak di Pengadilan Agama Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kecamatan Rangkasbitung menjadi wilayah penyumbang angka perceraian terbanyak di Pengadilan Agama Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Dari data Pengadilan Agama Rangkasbitung, tercatat ada lima kecamatan penyumbang kasus perceraian terbanyak selama 2022.

Menurut data Pengadilan Agama Rangkasbitung, ada ada sebanyak 1.500 perkara yang diputus pada tahun 2022 yang lalu. 

Dari banyaknya kasus, perkara perceraian masih mendominasi pada tahun 2022, yakni mencapai 1.370 perkara.

Hal tersebut disampaikan oleh Humas Pengadilan Agama Rangksbitung, Gushairi.

"Angka perceraian masih tertinggi, Rangkasbitung masih mendominasi yakni mencapai 223 perkara, atau 16,28 persen," kata Gushairi saat dihubungi TribunBanten.com, Jumat (6/1/2023).

Dirinya menyebutkan, dari 1.370 perkara cerai, mayoritas dilakukan oleh pihak perempuan atau istri.

"Jadi pengajuan dari pihak istri mencapai 80 persen, dari total perkara perceraian, sisanya diajukan oleh pihak suami," ujarnya.

Berikut lima kecamatan dengan kasus perceraian tertinggi.

Di antaranya Kecamatan Rangkasbitung mencapai 223 perkara atau 16,28 persen, Cibadak 142 perkara atau 10,3 persen, Maja 106 perkara atau 7,74 persen.

Lalu Cimarga dengan 101 perkara atau 7,37 persen, Sajira 93 perkara atau 6,79 persen, dan sisanya kecamatan lainnya, dengan rata-rata 3 persen setiap kecamatannya.

Gushairi menuturkan, faktor yang menyebabkan angka perceraian tinggi, karena masyarakat yang sudah paham dengan hukum.

"Yang menjadi penyebab perkara perceraian secara umum meningkat, karena masyarakat mulai paham hukum," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved