Hukum Membayar Utang Puasa Ramadan, Berikut Tata Cara dan Bacaan Niat Puasa Qadha

Puasa Qadha adalah puasa wajib yang dilaksanakan untuk mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan.

Tayang:
Editor: Vega Dhini
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa - Simak bacaan niat puasa Qadha dan hukum membayar utang puasa Ramadan berikut ini. 

TRIBUNBANTEN.COM - Inilah hukum membayar utang puasa Ramadan. Bagaimana tata cara menunaikan puasa qadha atau membayar utang puasa Ramadan?

Semakin mendekati bulan Ramadan 2023, apakah Anda masih memiliki utang puasa Ramadan tahun lalu?

Sebelum datang bulan Ramadan berikutnya, bagaimana hukum membayar utang puasa Ramadan?

Ilustrasi: umat Islam berdoa.
Ilustrasi: umat Islam berdoa. (Pixabay/chiplanay)

Puasa untuk membayar utang puasa Ramadan ini disebut puasa Qadha.

 

Puasa qadha berlaku bagi orang yang sanggup berpuasa namun terpaksa tidak berpuasa terhambat karena halangan atau uzur yang dialami pada saat bulan Ramadan.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Rajab dalam Tulisan Arab dan Artinya, Bisa Dilaksanakan hingga 1 Februari 2023

Dalam ajaran Islam, ada dua cara membayar utang puasa Ramadan, yaitu puasa qadha dan membayar fidyah.

Puasa qadha adalah mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan pada Ramadan tahun sebelumnya dengan jumlah hari yang sama dengan jumlah hari tidak puasa.

Sedangkan fidyah adalah denda yang dikenakan bagi seorang muslim yang meninggalkan ibadah puasa Ramadan. Membayar denda ini dilakukan dengan ketentuan tertentu sesuai syariat.

Mengqadha Puasa Ramadan

Dikutip dari laman resmi Kepri.kemenag.com, utang puasa harus dibayar atau Qadha sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Ketentuan membayar hutang puasa Ramadan dapat dilihat jelas dalam firman Allah pada Q.S. Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyi:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: "(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved