Targetkan Penurunan Stunting di Bawah 5 Persen pada 2024, Walkot Serang: Masih Ada Kendala

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan penurunan stunting di bawah 5 persen pada tahun 2024 mendatang.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, ada beberapa kendala yang dialami Kota Serang dalam menekan angka stunting ini, di antaranya pola hidup masyarakat yang rendah dan kesadaran terhadap kebersihan yang kurang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan penurunan stunting di bawah 5 persen pada tahun 2024 mendatang.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, berdasarkan hasil survey Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022, jumlah penduduk Kota Serang sebanyak 721.000 jiwa, dengan preverensi stunting Kota Serang berada di angka 23,8 persen.

Sedangkan, berdasarkan dengan studi yang dihasilkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), angka stunting di Kota Serang hanya berada diangka 4,32 persen.

 

 

"Berdasarkan hasil survei keduanya memang berbeda, tetapi kita tetap akan menargetkan penurunan stunting dibawah 5 persen pada tahun 2024," katanya di Pemkota Serang, Jumat (3/2/2023).

Syafrudim mengatakan, target tersebut berdasarkan arahan dari Presiden Joko Widodo pada target nasional dari 24 persen tahun 2022, menargetkan pada tahun 2024 menurun menjadi 14 persen.

"Nasional itu sekitar 14 persen, kalau Kota Serang mungkin bisa ditargetkan dibawah 5 persen,” katanya.

Syafrudin menuturkan, sebagai bentuk pencegahan pertumbuhan stunting, pemerintah Kota Serang juga turut melakukan pembekalan, sebelum masa pernikahan hingga mengandung dan melahirkan.

"Setelah melahirkan diberikan pelayanan, terutama di usia kandungan dari satu bulan sampai melahirkan, kemudian di usia melahirkan kita kontrol terus," katanya.

Syafrudin mengakau, ada beberapa kendala yang dialami Kota Serang dalam menekan angka stunting ini, di antaranya pola hidup masyarakat yang rendah dan kesadaran terhadap kebersihan yang kurang.

“Dari sisi konsumsi makanan ibu hamil itu sangat berpengaruh, faktor lingkungan, kemuhan sanitasi dan kurangnya air bersih juga menjadi salah satu penyebab," katanya.

Syafrudin juga mengatakan, terkait penghapusan tingkat kemiskinan di Kota Serang, sebanyak 47.910 penduduk atau sekitar 6,79 persen yang terdeteksi kendalanya belum memperoleh program perlindungan sosial.

“Yang belum memperoleh program perlindungan sosial ini sebenarnya tidak keseluruhan, karena ada yang sudah mendapat dan memang ada juga yang belum," katanya.

Namun terkait penghapusan tersebut, pemerintah sudah memberikan beberapa bantuan usaha, bantuan rumah layak huni, dan beberapa program lain yang sudah disalurkan melalui Dinas sosial Kota Serang.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved