Puasa Ramadan 2023 Berapa Hari Lagi? Kemenag akan Menggelar Sidang Isbat pada Rabu 22 Maret 2023
Penetapan 1 Ramadan 2023 oleh NU dan Kementerian Agama (Kemenag) menggunakan metode yang berbeda dengan Muhammadiyah.
Jadwal Puasa Ramadan 2023 menurut NU dan Pemerintah
Penetapan 1 Ramadan 2023 oleh NU dan Kementerian Agama (Kemenag) menggunakan metode yang berbeda dengan Muhammadiyah.
Muhammadiyah memakai metode Hisab hijab wujud al-hilal dalam penentuan awal puasa Ramadan.
Metode tersebut merupakan penetapan awal bulan baru dengan penegasan bahwa bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhinya tiga parameter.
Tiga parameter ini adalah telah terjadi konjungsi atau ijtimak; ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam; dan pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.
Dengan metode hisab, awal dan akhir Ramadan menurut Muhammadiyah telah diketahui hingga tahun 2067.
Sementara NU dan Kemenag menentukan awal puasa Ramadan melalui pelaksanaan rukyatul hilal yang dilakukan di sejumlah titik pengamatan di seluruh wilayah Indonesia pada akhir bulan.
Nantinya, Kemenag akan mengadakan sidang isbat setelah pengamatan hilal atau bulan baru tersebut.
Biasanya, sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal awal Ramadan oleh Tim Falakiyah Kemenag.
Dari hasil tersebut, Kemenag bersama sejumlah pihak akan memutuskan kapan 1 Ramadan 1444 H dimulai.
Rencananya, Kemenag akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1444 H pada Rabu, 22 Maret 2023 mendatang.
Artinya, 1 Ramadan 1444 H versi pemerintah menunggu hasil sidang isbat tersebut.
(Tribunnews.com/Enggar Kusuma/Sri Juliati,Widya)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Berapa Hari Lagi Puasa Ramadan 2023? Ini Jadwalnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-ramadan-2021.jpg)