Jaga Keutuhan NKRI, Dosen dan Mahasiswa Butuh Wadah untuk Dialog

Rektor Universitas Pasundan, Eddy Jusuf, mengatakan mahasiswa, dosen dan masyarakat membutuhkan wadah berdialog dan berdiskusi secara informal.

|
Editor: Glery Lazuardi
Ilustrasi/Net
Ilham ditangkap Polres Seram Bagian Timur setelah aksi menginjak bendera merah putih viral di media sosial pada Selasa (13/9/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Rektor Universitas Pasundan, Eddy Jusuf, mengatakan mahasiswa, dosen dan masyarakat membutuhkan wadah berdialog dan berdiskusi secara informal.

Untuk itu, dia mengapresiasi berdirinya Warung NKRI di Jawa Barat. Warung NKRI merupakan salah satu ikhtiar merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini salah satu ikhtiar membuka ruang publik merawat NKRI. Nanti mahasiswa, dosen dan masyarakat bebas berdialog di sini sambil ngopi," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara peresmian dan Dialog Kebangsaan bertajuk "Melestarikan Budaya Bangsa Menuju Peradaban Indonesia Harmoni" di Warung NKRI Green Cafe Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat (17/3/2023).

Baca juga: Jaga Keutuhan NKRI, Dosen dan Mahasiswa Butuh Wadah untuk Dialog

Jawa Barat mempunyai program penguatan nilai kebangsaan, salah satunya program Sekoper Cinta. Program itu mendorong peranan perempuan untuk menjadi penjaga NKRI.

Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Jawa Barat/Pendiri Jabar Bergerak, Atalia Praratya, mengatakan Jawa Barat mempunyai program sekoper cinta, menyasar 100 perempuan perdesa.

"Mereka dididik menjadi penjaga NKRI, ada kelas bela negara," ujarnya.

Pihaknya menyasar perempuan karena perempuan adalah kunci keluarga tanpa mengabaikan peran ayah.

"Perempuan - perempuan ini diasah agar berfikiran terbuka, jadi tidak mudah dibisiki hal - hal yang salah," tuturnya.

Warung NKRI adalah (Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved