Waspadalah! Ini Bahaya Makan Gorengan secara Berlebihan saat Berbuka Puasa

Jika terlalu sering mengkonsumsi gorengan dapat membahayakan kesehatan. Apalagi jika kualitas minyaknya sudah terpakai berulang kali.

Editor: Vega Dhini
majalahkesehatan.com
Ilustrasi gorengan 

TRIBUNBANTEN.COM - Gorengan menjadi salah satu makanan paling diburu saat berbuka puasa.

Di bulan Ramadan, pedagang yang menjual gorengan sangat mudah dijumpai di waktu menjelang berbuka puasa.

Gorengan seperti mendoan, tahu isi, pisang goreng, martabak hingga bakwan menjadi menu andalan yang biasa ada di meja makan saat berbuka puasa.

Beberapa penjual gorengan di Kabupaten Serang.
Beberapa penjual gorengan di Kabupaten Serang. (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

Namun tentu mengkomsumsi terlalu banyak gorengan akan berdampak buruk pada kesehatan.

Ahli Gizi UNAIR Lailatul Muniroh SKM Mkes mengatakan, ada cara mengkonsumsi gorengan yang aman dan sehat.

Baca juga: Tips Aman Berbuka Puasa agar Perut Tetap Nyaman, Jangan Makan Terburu-buru!

Yaitu, memperhatikan rentang waktu dan jumlah konsumsinya.

Saat berbuka puasa tubuh memerlukan cairan, untuk itu disarankan mengkomsumsi minuman dan karbohidrat sederhana untuk meningkatkan kadar glukosa tubuh.

“Gorengan dapat dikonsumsi setelahnya, dalam jumlah tidak berlebihan, cukup satu sampai dua saja, dan itupun tidak setiap hari,’’ tutur dosen gizi unair ini.

Kemudian, komsumsi sayuran dan buah yang berserat tinggi agar dapat menghambat penyerapan lemak.

Apalagi gorengan yang mengandung tepung bersifat menyerap minyak. Artinya cenderung mengandung banyak lemak.

Sementara tubuh memerlukan lemak yang baik. Misalnya yang berasal dari omega 3 dan omega 6. Lail pun menyebut beberapa contoh makanan yang mengandung lemak baik.

“Seperti halnya ikan salmon, tuna, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, telur, keju, dan yoghurt. Selama dikonsumsi sesuai kebutuhan, maka akan berdampak baik untuk kesehatan,’’ imbuhnya.

Selanjutnya, jika terlalu sering mengkonsumsi gorengan dapat membahayakan kesehatan.

Apalagi jika kualitas minyaknya sudah terpakai berulang kali sehingga warnanya coklat kehitaman.

Pada prosesnya pemakaian minyak yang berulang atau minyak jelantah. Lemaknya akan berubah menjadi lemak trans dari lemak jenuh.

Proses tersebut mengubah struktur kimia lemak, sehingga lebih sulit dicerna.

“Minyak juga mengalami oksidasi dan membentuk radikal bebas yang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti jantung, stroke, kanker, diabetes mellitus tipe 2, serta obesitas,’’ paparnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Makan Gorengan saat Berbuka Puasa, Waspadai Bahayanya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved