Momen Langka, Ini Jadwal dan Lokasi Gerhana Matahari Hibrida 2023

Jadwal dan lokasi gerhana matahari hibrida 2023 yang masuk dalam fenomena alam yang sangat langka.

Editor: Abdul Rosid
guardianlv.com
Jadwal dan lokasi gerhana matahari hibrida 2023 yang masuk dalam fenomena alam yang sangat langka. 

TRIBUNBANTEN.COM - Simak jadwal dan lokasi gerhana matahari hibrida 2023.

Gerhana matahari hibrida diprediksi akan terjadi pada pertengahan April 2023.

Jadwal gerhana matahari hibrida sendiri diumumkan oleh akun instagram resmi Planetarium & Observatorium Jakarta.

Fenomena gerhana matahari hibrida merupakan momen yang sangkat langka.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Indonesia Akan Alami Beberapa Kali Gerhana Matahari di 2023

Hal itu lantaran pada waktu yang bersamaan akan terjadi dua macam Gerhana sekaligus, yaitu gerhana cincin dan juga gerhana total.

Ada pun lokasi untuk melihat gerhana matahari hibrida bisa dilihat langsung di Kota Jakarta.

"Warga Jakarta dapat melihat dan mengabadikan momen langska tersebut di Planetarium dan Observatorium Jakarta, Taman Ismail Marzuki," kata Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dikutip dari video yang diunggah akun instagram @planetariumjkt, Kamis (6/4/2023).

Adapun berdasarkan perhitungan astronomis, gerhana Hibrida akan terjadi pada tanggal 20 April 2023.

PJ Gubernur Heru Budi, mengajak masyarakat Jakarta yang ingin menyaksikan momen langka ini untuk melihatnya dari Planetarium Jakarta.

Dampak Gerhana Matahari Hibrida

Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Peneliti Pusat Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menyampaikan, bahwa gerhana Matahari hibrida adalah perpaduan dari gerhana Matahari total dan gerhana Matahari cincin.

Pada fenomena ini, masyarakat dapat menyaksikan perubahan dari fase gerhana Matahari cincin ke gerhana Matahari total dan diakhiri gerhana Matahari cincin dalam waktu yang singkat.

Dikatakan, ada beberapa dampak bagi Bumi yang dihasilkan dari fenomena alam tersebut.

Baca juga: Minta Sedekah Sarung ke Pertamina, Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Ditegur MKD

Diantaranya seperti perubahan suhu, kondisi langit, termasuk perubahan perilaku hewan.

Menurut Andi, wilayah yang mengalami gerhana Matahari akan merasakan penurunan suhu sebesar 4-5 derajat Celcius.

"Udara di sekitar menjadi sangat dingin. Hal ini karena intensitas radiasi Matahari itu berkurang," kata Andi dikutip dari Kompas.com, Senin (27/3/2023).

Ia menyebut, penurunan suhu dapat terjadi ketika gerhana Matahari total maupun cincin.

Sementara untuk cuaca sendiri, gerhana Matahari ini bisa berdampak pada kondisi langit yang awalnya cerah menjadi gelap seperti malam hari.

"Konsekuensinya adalah bintang yang selama ini tidak terlihat saat siang hari dikarenakan intensitas (sinar) Matahari lebih dominan, bintang tersebut akan muncul," kata Andi.

Ia juga menyampaikan, planet-planet yang berada di atas garis pemisah Bumi dan langit akan terlihat ketika gerhana Matahari terjadi.

Tentunya ini akan berpengaruh terhadap prilaku beberapa jenis hewan.

Misalnya seperti hewan nokturnal yang sangat peka terhadap cahaya.

Dalam hal ini, hewan nokturnal seperti burung hantu akan terbangun untuk sesaat ketika gerhana Matahari berlangsung. Kendati demikian, hewan nokturnal akan kembali tidur setelah gerhana Matahari selesai.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Jadwal Gerhana Matahari 2023, Siap-Siap Warga Bisa Saksikan Momen Langka Dua Gerhana Sekaligus

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved