BPTD Banten Ungkap Alasan Truk Ditumpuk di Pelabuhan Ciwandan.

Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) wilayah VIII Banten mengungkap alasan menumpuk truk ekspedisi di Pelabuhan Ciwandan.

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Abdul Rosid
istimewa
Sejumlah sopir truk memblokir akses pemudik motor yang akan menyebrang melalui Pelabuhan Ciwandan, pada Kamis (20/4/2023). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Balai Pengelola Transfortasi Darat (BPTD) wilayah VIII Banten mengungkap alasan menumpuk truk ekspedisi di Pelabuhan Ciwandan.

Sejumlah truk ekspedisi yang akan melakukan penyebrangan ke Pulau Sumatera, kembali menumpuk di area dermaga Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Ciwandan.

Truk tersebut terlihat mengular sampai 500 meter, dari jalan utama kompleks pelabuhan sampai ke dermaga. Mereka yang tak sabar ingin segera menyebrang protes dan teriak-teriak.

Baca juga: H-2 Idul Fitri 2023, Gerbang Tol Rangkasbitung Terpantau Sepi Kendaraan Pemudik

Kepala BPTD wilayah VIII Banten, Handjar Dwi Antoro mengatakan, pemudik sepeda motor menjadi prioritas penyebrangan di Pelabuhan Ciwandan.

"Untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna motor lebih rawan yah, kita prioritaskan sepeda motor," kata Handjar saat dihubungi wartawan, Kamis (20/4/2023).

Handjar meyakini malam ini truk akan disebrangkan ke Pulau Sumatera, jika pemudik sepeda motor mulai melandai. 

Baca juga: Calo di Pelabuhan Merak Gentayangan PT ASDP Indonesia Ferry Tak Bisa Apa-apa

Namun jika pemudik sepeda motor terus memadati Pelabuhan Ciwandan, apalagi yang membawa anak kecil. Truk-truk tersebut terpaksa ditahan.

"Untuk malam ini, jika motor sudah reda, truk akan dimasukan semuanya," jelasnya.

Sebelumnya para sopir truk memblokade akses masuk kapal. Para sopir mengeluh lamanya antrean, karena hanya pemudik sepeda motor yang didahulukan.

Baca juga: Ini Suasana Rukyatul Hilal di Banten Penentuan Awal Bulan Syawal 1444 H

Selain itu, muatan logistik sayur dan buah seperti cabai, apel dan salak yang mereka bawa pun terancam membusuk, karena sudah dua hari menunggu antrean.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved