Antisipasi Gagal Panen Akibat Dampak El Nino, DPKP Pandeglang Minta Petani Daftar Asuransi
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang mengklaim belum ada sawah yang terdampak kekeringan akibat El Nino.
Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih
TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar mengklaim belum ada sawah yang terdampak kekeringan akibat El Nino.
Hal itu karena selama ini belum ada laporan dari koordinator penyuluh (Korluh) pertanian, yang melakukan identifikasi di 35 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang.
"Belum ada laporan (sawah kekeringan) ke kita," kata Uun saat dihubungi Tribun Banten, Sabtu (20/5/2023).
Baca juga: Hati-hati, BPBD Sebut 8 Kabupaten/Kota di Banten akan Dilanda Bencana El Nino/Kekeringan
Uun meyakini, sawah petani di Kabupaten Pandeglang tidak akan mengalami gagal panen, saat puncak El Nino terjadi pada Agustus 2023 mendatang.
Sebab, lanjut Uun, sawah-sawah tersebut sudah memasuki masa panen, yang tidak membutuhkan pasokan air terlalu banyak.
"Saat puncak El Nino terjadi, itu biasanya sawah sudah mau panen. Jadi mudah-mudahan semuanya lancar
Meski demikian, Uun meminta para petani untuk mengikuti program asuransi pertanian.
Hal itu untuk mengantisipasi gagal panen akibat dampak El Nino.
"Itu selalu kita sampaikan untuk ikut asuransi usaha tanaman padi, sebagai bentuk perlindungan dan jaminan bila terjadi gagal panen," pungkasnya.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, ada enam kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan hingga rawan krisis air bersih akibat terdampak El Nino.
Baca juga: WASPADA Delapan Kabupaten Kota di Banten Berpotensi Alami Kekeringan Dampak El Nino
Keenam kecamatan itu yakni, Kecamatan Saketi, Patia, Sukaresmi, Panimbang, Sobang dan Cibitung.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Hasan Bisri meyakini dampak El Nino tidak akan terlalu parah di Pandeglang.
"Iya karena dua hari sekali itu hujan, jadi tidak akan terlalu parah kalau terjadi kekeringan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pemandangan-pesawahan-di-Mandalawangi-dengan-latar-Gunung-Pulosari-yang-indah.jpg)