Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BPBD-PK Pandeglang Ajak Warga Siaga Hadapi Risiko Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, menggelar apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026. 

Penulis: Misbahudin | Editor: Ahmad Tajudin
Dok. Ist/BPBD Pandeglang
BPBD - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, menggelar apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, di halaman Kantor BPBD-PK Pandeglang, Minggu (26/4/2026). 

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG -Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, menggelar apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026. 

Apel dilaksanakan di halaman Kantor BPBD-PK Pandeglang, Minggu (26/4/2026). 

"‎Peringatan yang dilaksanakan setiap tanggal 26 April ini, menjadi momentum nasional untuk meningkatkan kesadaran, dan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat terhadap potensi bencana," ujar ‎Kepala Pelaksana BPBD-PK, Riza Ahmad Kurniawan, dalam keterangan tertulisnya. 

Riza mengatakan, peringatan HKB merupakan momentum penting, sebab Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat bencana tinggi, bahkan menempati ke dua dari 193 negara paling rentan menurut World Risk Report tahun 2023. 

‎Resiko tersebut ditentukan oleh faktor bahaya, tingkat terpapar, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. 

‎"Maka dari itu, kesiapsiagaan menjadi kunci penting untuk meminimalkan dampak bencana. Masyarakat perlu diberikan kemampuan untuk mengantisipasi, merespon, serta pulih dari bencana dengan prinsip build back batter, sehingga ketangguhan bisa dibangun sejak dini," katanya. 

Menurut Riza, peringatan berdasarkan instruksi BNPB Pusat, meliputi simulasi, evakuasi, edukasi kebencanaan dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. 

"Dengan adanya momentum ini, ‎diharapkan menjadi stimulus bagi masyarakat terhadap respon segala potensi kebencanaan," ujarnya. 

Baca juga: Resmi Diluncurkan! Naik DAMRI Serang ke Baduy Hanya Rp1 Pakai QRIS, Promo Berlaku Khusus Akhir Pekan

‎"Kemudian juga kita bisa mengkaji efektivitas sarana dan prasarana pendukung meliputi sistem komunikasi peringatan dini, peralatan evakuasi serta perlengkapan tanggap darurat lainya," tambahnya. 

Riza berharap, kolaborasi antara lembaga menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi bencana. 

"Kordinasi dan kerjasama dengan instansi ditingkat daerah, menjadi hak yang penting dalam melaksanakan penanggulangan bencana," pungkasnya. 

 

 

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved