Hasil Panen Diserang Hama, Petani di Lebak Wangi Serang Ingin Gabah Dibeli Melebihi HPP

Asnari, petani di Desa Purwadadi, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang ingin membeli gabah kering ke melebihi harga pembelian pemerintah (HPP).

Penulis: Engkos Kosasih | Editor: Glery Lazuardi
Engkos Kosasih/TribunBanten.com
Sejumlah petani di Desa Purwadadi, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, mengeluhkan hasil panen padi. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Engkos Kosasih

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Asnari, petani di Desa Purwadadi, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang ingin membeli gabah kering ke melebihi harga pembelian pemerintah (HPP).

Diketahui HPP gabah kering Rp 5.000 per kilogram.

Keinginan itu disampaikan untuk menutupi kerugian yang dialami petani akibat serangan hama wereng.

"Sekarang masih Rp 5.000 per kilogram. Iya harusnya lebih dari segitu kalau musim gini, biar kita enggak terlalu rugi," kata Asnari kepada Tribun Banten, Senin (22/5/2023).

Baca juga: Petani Ungkap 40 Persen Sawah di Desa Purwadadi Serang Gagal Panen Gegara Hama Wereng

Sejumlah petani di Desa Purwadadi merugi karena tanaman padi diserang hama wereng.

Dampak dari serangan hama wereng itu membuat hasil panen petani kurang optimal.

Dalam satu petak sawah hanya menghasilkan 3 kwintal gabah, padahal biasanya mencapai 1 ton.

Selain hasil panen padi yang menyusut, tak sedikit sawah yang terletak di Kampung Cemplaon itu mengalami gagal panen.

Selama ini, kata dia, hasil gabah petani selalu dibeli dengan harga murah. Meski harga beras di pasaran sudah mahal.

Namun dia mengakui, jika hasil panen padi optimal harga Rp 5.000 cukup menguntungkan.

"Kalau enggak gini (diserang hama wereng,-red) mah harga Rp 5.000 udah pas," ujarnya.

Asnari mengatakan, biasanya saat musim panen banyak tengkulak dari luar daerah yang nongkrong di area sawah warga.

Namun karena saat ini sebagian sawah mengalami gagal panen dan hasil panen tidak optimal, para tengkulak tersebut tidak datang.

"Kalau menjual enggak pusing karena suka ada tengkulak. Tapi saat karena kondisinya seperti ini tengkulak enggak ada yang datang," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved