Lebihi Target, Pendapatan PLN Indonesia Power Naik 40 Persen Tembus Rp 6,6 Triliun

Pendapatan subholding PLN ini melebihi target yang ditetapkan korporasi sebesar Rp 4,1 triliun.

dokumentasi PLN
Pendapatan PLN Indonesia Power (IP) pada 2022 sebesar Rp 6,6 triliun atau naik 40 persen dibandingkan 2021 yang mencapai Rp 4,7 triliun. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pendapatan PLN Indonesia Power (IP) pada 2022 sebesar Rp 6,6 triliun atau naik 40 persen dibandingkan 2021 yang mencapai Rp 4,7 triliun.

Pendapatan subholding PLN ini melebihi target yang ditetapkan korporasi sebesar Rp 4,1 triliun.

Kinerja apik ini hasil dari partnership dan co-investment yang dilakukan persuahaan dan konsolidasi aset yang menjadikan perusahaan sebagai pembangkit terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Pemanfaatan FABA, PLN Sulap Sisa Pembakaran PLTU Jadi Bahan Baku Bernilai Ekonomi

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN IP, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengapresiasi kesuksesan pengembangan bisnis PLN IP pada 2022.

Terutama untuk akselerasi kinerja perusahaan melalui partnership dan co-investment.

Strategi ini terbukti tidak hanya mampu meningkatkan laba bersih perusahaan, tetapi juga menurunkan biaya pokok produksi (BPP) listrik.

"Dalam strategi business development kami tidak hanya melakukan perubahan pelan-pelan, tapi mutasi DNA. Nah, ini perlu kita jaga agar PLN IP bisa jadi perusahaan yang kredibel dan jauh lebih efisien lagi," katanya.

Darmawan mengatakan pembentukan subholding PLN IP pada awal 2022 menjadi titik krusial dalam meningkatkan value chain perusahaan secara end to end.

Digitalisasi sistem pembangkit yang dilakukan kemudian berhasil mengakomodasi masuknya pembangkit baru untuk memenuhi additional demand yang semakin besar.

Digitalisasi sistem pembangkit membuat suplai listrik PLN semakin andal.

Baca juga: Permudah Pengisian Daya Kendaraan Listrik, PLN Dukungan Standardisasi Baterai Molis Kian Luas

"Ini akan terus dipetakan setiap rantai pasoknya, agar kami bisa mengantisipasi kebutuhan teknikal skill dan teknologi yang dibutuhkan untuk optimalisasi seluruh aset PLN IP," ucap Darmawan.

Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly memaparkan, peningkatan revenue PLN IP di tahun 2022 didasari pengelolaan investasi perusahaan yang lebih agile dan akuntabel.

Khususnya untuk investasi perusahaan untuk pembangkit berbasis sumber energi baru terbarukan (EBT) yang akan semakin meningkat setiap tahunnya.

Komitmen dan rencana yang clear soal pengembangan EBT ini juga menjadi penting, fuel mix kian membaik dan penggunaan BBM menurun.

Baca juga: Program TJSL Berjalan, PLN Berdayakan 327.942 Masyarakat dan Ciptakan Belasan Ribu Tenaga Kerja

"Sehingga 2023 ini PLN IP akan memberi perhatian lebih kepada penambahan kapasitas dan produksi EBT yang menjadi poin penting dalam bisnis energi hijau kita," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved