Tiga Kecamatan di Kota Serang Ini Paling Tinggi Angka Stunting
Dari enam Kecamatan di Kota Serang, tercatat angka stunting tertinggi berada di Kecamatan Serang, Taktakan dan Kasemen.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Angka stunting di Kota Serang pada tahun 2023 mencapai 1.030 anak.
Kasus stunting itu tersebar hampir di setiap Kecamatan di Kota Serang.
Dari enam Kecamatan di Kota Serang, tercatat angka stunting tertinggi berada di Kecamatan Serang, Taktakan dan Kasemen.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanudin mengatakan, angka tersebut didapatkan berdasarkan pengecekan yang dilakukan dengan membandingkan tinggi badan dan umur anak.
Baca juga: Duh! 1.030 Anak di Kota Serang Alami Stunting
Ahmad mengatakan, dari 1.030 anak yang terkena stunting tersebar di enam kecamatan yang berada di Kota Serang.
Diantaranya, Kecamatan Taktakan 182 anak, Curug 85 anak, Walantaka 99 anak, Kasemen 178 anak, Serang 523 anak, dan Cipocok Jaya 23 anak di tahun 2023.
"Kasus stunting ini hampir tersebar di seluruh Kecamatan, Kota Serang," katanya di Hotel Wisata Baru, Selasa (27/6/2023).
Pihaknya mengatakan, dari jumlah balita yang terkena stunting pada semester pertama tahun 2023 berada di bawah usia dua tahun yakni sebanyak 414 anak.
"Awalnya ada 638 anak di bawah usia 2 tahun, alhamdulillah saat ini turun menjadi 414 anak," katanya.
Menurutnya, periode emas anak untuk membutuhkan asupan gizi agar dapat terhindar dari stunting dihitung sejak dalam kandungan, hingga usia dua tahun atau seribu hari pertama kehidupan (HPK).
"Hal ini sangat penting, sehingga pertumbuhan otaknya akan berkembang dengan baik. Akhirnya balita lebih gampang mengambil keputusan atau tindakan," katanya.
Pihaknya mengatakan, Dinkes Kota Serang berupaya meminimalkan angka stunting menuju zero atau nol. Salah satunya, dengan memberikan makanan tambahan untuk memperbaiki gizi balita penderita stunting.
"Kita terus berupaya meminimalkan angka stunting di tahun 2019 itu 38,6 persen. Tahun 2021 menjadi 23,4 persen. Berarti cukup signifikan turunnya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Pertumbuhan-anak-cegah-stunting.jpg)