Gedung SD di Cilegon Kondisinya Memprihatinkan, Atap Ruang Kelas Terbuka dan Tembok Hampir Roboh
Memasuki tahun ajaran baru 2023-2024, gedung SDN Bojong Baru, Kecamatan Ciwandan, Cilegon kondisinya memprihatinkan.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Memasuki tahun ajaran baru 2023-2024, gedung SDN Bojong Baru, Kecamatan Ciwandan, Cilegon kondisinya memprihatinkan.
Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com, tampak sebuah gedung SD dalam kondisi memperihatinkan.
Dari tiga gedung siswa yang ada, satu gedung di antaranya hampir ambruk.
Tepatnya di satu gedung yang diisi oleh siswa kelas 1 dan kelas 2 SD.
Baca juga: Syarat dan Cara Daftar PPDB SMP Tangerang Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Rapor, Dibuka Hari Ini
Jika dilihat dari sisi depan, gedung bercat warna oranye dan biru itu masih cukup layak.
Hanya saja dibagian atap langit-langit bagian depan banyak yang sudah rusak.
Sementara bagian belakang gedung, cat tembok berwarna cream itu sudah mulai pudar.
Kemudian genteng-genteng atap di belakang gedung terlihat hampir ambruk.
Sedangkan dibagian area dalam, satu gedung yang berisikan tiga kelas itu.
Kondisi langit-langit di beberapa kelas terdapat ada yang sudah dalam kondisi terbuka.
Kepala Sekolah SDN Bojong Baru, Aca menyampaikan bahwa kondisi gedung tersebut sudah rusak sejak dirinya bertugas pada tahun 2019.
"Sejak tahun itu sudah kondisi seperti itu, dan sudah pernah saya ajukan sejak tahun 2019 untuk direhab sampai saat ini belum ada realisasinya," ungkapnya saat di temui di lokasi, Kamis (13/7/2023).
Disampaikan Aca, gedung tersebut digunakan untuk kelas 1 dan kelas 2 SD.
Untuk kelas 1 SD terdapat tiga rombel yang jumlahnya 28 orang per rombel.
Sementara kelas dua ada dua rombel yang isinya, sekitar 32 orang satu rombel dan satu rombel lainnya 34 orang.
"Jadi pagi dipakai kelas 1 SD jam 07.15 WIB sampai jam 09.30 WIB, dilanjut sama kelas 2 SD dari jam 09.30 WIB masuknya sampai jam 11.00 WIB," ungkapnya.
Menurut Aca, kondisi gedung kelas untuk kelas 1 SD itu sangat memperihatinkan dan tidak layak pakai.
Apalagi ketika musim hujan yang bisa menyebabkan ruang kelas bocor.
Baca juga: Oknum Pegawai Kelurahan di Banten Keluarkan SKTM untuk PPDB, Diberi kepada Orang Kaya dan Politisi
"Kalau musim ujan yah bocor semua," katanya.
Meski kondisi fisik gedung tidak layak digunakan, Aca mengaku terpaksa gedung tersebut tetap digunakan.
Mengingat tahun ajaran baru untuk sekolah SD di Cilegon sudah dimulai.
"Walaupun fisiknya sudah tidak layak gitu, yah tetap saya gunakan. Mau gimana lagi, hanya ada itu. Sementara tahun ajaran sudah dimulai sejak tanggal 10 Juli kemarin" ungkapnya.
Sejauh ini, Aca mengaku sudah mengajukan bantuan perbaikan gedung baik kepada Dindikbud Kota Cilegon ataupun pihak swasta.
Namun sejauh ini, belum ada dari pihak manapun yang datang untuk memperbaiki gedung.
"Dari pihak Dinas sudah nengok ke sini, cuma belum ada realisasi, dan mengarahkan mengajukan
Baca juga: PPDB SMA/SMK Banten 2023 Tercoreng Dugaan Kecurangan: Numpang KK hingga Penerbitan SKTM
proposal ke pihak Pelindo hanya saja belum ada jawaban dari pihak swasta," ungkapnya.
Aca mengaku pihak Dinas belum bisa meraslisasikan anggaran untuk pembangunan sekolah.
Lantaran pihak dinas mengaku tidak ada anggaran untuk bisa merealisasikannya.
"Dari pihak dinas alasannya ngga ada dana anggaran, makanya minta mengajukan ke pihak swasta," ungkapnya.
Dengan kondisi seperti ini, Aca berharap pihak dinas atau pemerintah daerah setempat agar segera membantu untuk memperbaikinya.
"Kami sih berharap pihak pemerintah daerah bisa memperhatikan dan bisa segera merealisasikan pembangunan, soalnya saya agak miris dan khawatir dengan kondisi belajar-mengajar anak-anak di sini," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Foto-gedung-SDN-Bojong-Baru-Kecamatan-Ciwandan-Cilegon.jpg)